Media KampungFestival Film Indonesia (FFI) 2026 resmi membuka pendaftaran untuk berbagai kategori karya sineas Tanah Air. Pendaftaran dimulai pada 18 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Ajang bergengsi ini menerima karya berupa film cerita panjang, film noncerita panjang, film cerita pendek, film dokumenter panjang dan pendek, film animasi panjang dan pendek, serta kritik film.

Karya yang dapat didaftarkan harus sudah ditayangkan secara reguler di bioskop, pemutaran alternatif, platform streaming, atau festival film di Indonesia dalam periode 1 September 2025 hingga 31 Agustus 2026. Pendaftaran dilakukan melalui situs resmi panitia FFI.

Komitmen Penjurian Transparan

Ketua Bidang Penjurian FFI 2026, Budi Irawanto, menegaskan bahwa komite berkomitmen menerapkan prinsip transparansi, meritokrasi, dan akuntabilitas dalam penjurian. Tahun ini, terdapat perubahan signifikan pada sistem penjurian kategori Film Cerita Panjang, yaitu melalui tiga tahap: seleksi awal, nominasi, dan penentuan pemenang.

“Perubahan sistem penjurian FFI 2026 mendasarkan pada masukan publik melalui beragam media dan terutama dari focus group discussion yang mengundang pemangku kepentingan dalam ekosistem perfilman Indonesia pada 13 Mei 2026. Secara umum, masukan itu dilambari keinginan agar hasil penjurian FFI benar-benar mencerminkan standar pencapaian tertinggi dari sisi teknis, artistik dan profesional dalam perfilman Indonesia,” ujar Budi Irawanto dalam keterangan resmi, Jumat (19/6).

Asosiasi Profesi Perfilman Indonesia tetap dilibatkan sebagai garda terdepan dalam menjaga profesionalitas penjurian.

Optimisme Ketua Komite FFI

Ketua Umum Komite FFI, Ario Bayu, menyatakan optimisme terhadap perkembangan perfilman nasional. Ia mencatat peningkatan jumlah film Indonesia yang tayang di bioskop dalam setahun terakhir, serta antusiasme penonton yang terus bertumbuh. “Dua film Indonesia tahun lalu berhasil menembus lebih dari 10 juta penonton. Ini bukan sekadar soal angka, melainkan tanda bahwa penonton Indonesia semakin percaya pada cerita-cerita dari negeri ini,” katanya.

Dengan sistem penjurian yang lebih ketat dan transparan, FFI 2026 diharapkan mampu menjadi ajang yang benar-benar merefleksikan kualitas tertinggi perfilman Indonesia. Pendaftaran masih terbuka hingga akhir Agustus, memberi kesempatan bagi para sineas untuk mengirimkan karya terbaik mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.