Media Kampung, Mengurangi asupan gula merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan. Konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kerusakan gigi. Namun, bukan berarti makanan menjadi kurang lezat. Dengan memilih bahan makanan yang tepat dan menerapkan pola makan sehat, rasa makanan tetap nikmat tanpa bergantung pada gula berlebihan.

Batasan Konsumsi Gula yang Dianjurkan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan gula tambahan kurang dari 10% total kalori harian, dan idealnya di bawah 5% untuk manfaat kesehatan optimal. Kementerian Kesehatan RI juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip konsumsi GGL (Gula, Garam, dan Lemak) secara cerdas.

Baca juga:

Tips Mengurangi Gula Tanpa Mengorbankan Rasa

1. Kurangi Minuman Manis

Minuman manis seperti soda, teh atau kopi dengan gula, dan minuman kemasan merupakan sumber utama gula tambahan. Ganti dengan air mineral, air infused, atau teh tanpa pemanis.

2. Biasakan Membaca Label Gizi

Periksa label informasi nilai gizi pada kemasan untuk mengetahui kandungan gula. Produk dengan kadar gula tinggi sebaiknya dihindari atau dikurangi porsinya.

Baca juga:

3. Manfaatkan Rasa Manis Alami Buah

Irisan pisang, apel, mangga, atau kurma dapat menjadi pemanis alami untuk oatmeal, yogurt, atau smoothie. Selain manis, buah juga kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Harvard T.H. Chan School of Public Health menyatakan bahwa makanan utuh seperti buah lebih baik daripada makanan atau minuman dengan tambahan gula karena nilai gizinya lebih komprehensif.

4. Gunakan Bumbu dan Bahan Alami

Kayu manis, vanila, jahe, atau bubuk cokelat tanpa gula dapat meningkatkan rasa makanan dan minuman tanpa menambah gula. Bumbu ini memberikan variasi rasa yang tetap nikmat.

Baca juga:

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat mengurangi konsumsi gula secara bertahap tanpa kehilangan kenikmatan makan. Kuncinya adalah konsisten dan kreatif dalam memilih bahan makanan alami.