Media Kampung – Kompetisi ramah antara penggemar Destiny dan Warframe yang telah berlangsung selama hampir satu dekade kini berakhir dengan keduanya bersatu dalam momen perpisahan. Pengumuman Bungie tentang pembaruan konten besar terakhir untuk Destiny 2 pada Juni 2026 menandai akhir era bagi para pemain yang selama ini menikmati petualangan di dunia sci-fi shooter tersebut.

Warframe, yang diluncurkan Digital Extremes pada tahun 2013, dan Destiny yang dirilis Bungie setahun kemudian memiliki persamaan tema seperti ruang angkasa, kekuatan super, senjata, dan loot. Meski demikian, keduanya sangat berbeda dalam mekanisme dan gaya permainan. Rivalitas yang biasanya hanya berupa candaan ringan antar komunitas ini berubah menjadi solidaritas saat Destiny 2 mengumumkan penutupan konten utamanya.

Bungie, yang kini dimiliki Sony, menyatakan tidak akan ada Destiny 3, sehingga komunitas Guardians harus menghadapi kenyataan tanpa adanya update baru atau raid baru yang telah menjadi bagian penting dari pengalaman bermain mereka selama ini. Pengumuman ini disambut dengan berbagai reaksi, mulai dari kampanye review bombing hingga petisi yang mengumpulkan lebih dari 120 ribu tanda tangan untuk melanjutkan franchise Destiny.

Di tengah kesedihan para pemain Destiny, komunitas Warframe justru muncul sebagai sumber dukungan tak terduga. Para pemain Warframe memberikan ucapan belasungkawa dan penghormatan kepada Destiny, menunjukkan sikap saling menghargai yang jarang terlihat selama ini. Seorang pengguna Reddit dari komunitas Warframe menyatakan, “Sebuah game hanya perlu membuat satu orang tersenyum untuk dianggap berhasil, dan saya menghormati Destiny karena telah membuat begitu banyak orang bahagia.”

Interaksi hangat ini menandai perubahan sikap, dari rivalitas menjadi rasa kebersamaan. Seorang penggemar Destiny bahkan mengatakan, “Bahkan lawan kita ikut berduka,” yang kemudian mendapat tanggapan positif dari pengguna lain, “Bukan lawan, tapi saudara! Warframe kehilangan anggota keluarga.” Meskipun ada sebagian kecil yang masih mempertahankan jarak, mayoritas komunitas berusaha mengurangi konflik dan fokus pada dukungan emosional.

Bagi pemain Destiny yang mempertimbangkan Warframe sebagai pengganti, komunitas Warframe memberikan sambutan hangat sekaligus memberi tahu perbedaan antara keduanya. Mereka menekankan pentingnya melihat Warframe sebagai pengalaman baru, bukan sebagai pengganti Destiny. “Komunitas akan menerima siapa saja dengan tangan terbuka,” ujar salah satu penggemar Warframe, “Warframe menawarkan banyak hal untuk dijelajahi, meski berbeda dengan Destiny.”

Salah satu pemain Destiny yang mencari pelipur lara di komunitas Warframe mendapat sambutan hangat dan banyak penjelasan mengenai perbedaan kedua game tersebut. Ini menunjukkan bahwa meski berakhirnya Destiny 2 meninggalkan kekosongan, ada ruang baru untuk beradaptasi dan menemukan pengalaman baru yang berharga.

Para kreator Warframe juga turut memberikan penghormatan. Rebecca Ford, direktur kreatif Warframe, mengungkapkan penghormatannya kepada Bungie dan warisan yang mereka tinggalkan. Ia mengenang masa mudanya yang terinspirasi oleh game Bungie seperti Halo, serta mengakui bahwa Warframe tidak akan ada tanpa kontribusi Bungie dalam dunia game. Sementara itu, Pablo Alonso, direktur desain Warframe, mengingatkan komunitasnya untuk tetap bersikap positif dan tidak memanfaatkan kesedihan pemain Destiny untuk memaksakan permainan mereka.

Meskipun terdapat beberapa upaya mempromosikan Warframe secara berlebihan kepada pemain Destiny yang berduka, mayoritas komunitas Warframe berusaha menjaga sikap empati dan menghormati proses berpisah ini. Dengan berakhirnya dukungan konten utama Destiny 2 pada Juni 2026, pemain masih bisa menikmati game tersebut karena server akan tetap aktif. Sementara itu, Warframe bersiap meluncurkan pembaruan terbaru mereka, Jade Shadows: Constellations, yang dijadwalkan rilis pada bulan yang sama.

Peristiwa ini menandai babak baru dalam sejarah dua komunitas besar sci-fi shooter yang selama ini dikenal bersaing. Kini, mereka menunjukkan bahwa di balik kompetisi, ada rasa saling menghargai dan kebersamaan saat harus mengucapkan selamat tinggal pada sesuatu yang telah lama menjadi bagian hidup mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.