Media KampungBungie dikabarkan menyimpan informasi terkait penghentian dukungan untuk game Destiny 2 dari sebagian besar karyawannya hingga pengumuman resmi dilakukan pekan lalu. Keputusan ini mengejutkan tidak hanya penggemar, tetapi juga banyak staf yang sebelumnya tidak mengetahui rencana tersebut.

Keputusan untuk menghentikan pembaruan Destiny 2 diambil lebih awal pada tahun ini. Namun, sebagian besar karyawan tetap melanjutkan pekerjaan mereka, termasuk pada proyek konten yang akhirnya dibatalkan, The Shattered Cycle. Beberapa sumber menyebut bahwa staf yang mengetahui rencana tersebut sempat meminta manajemen untuk memberitahu lebih banyak orang di studio, namun hal itu tidak terlaksana.

Laporan tambahan dari Bloomberg mengungkapkan bahwa Bungie juga merencanakan pemutusan hubungan kerja secara signifikan terkait dengan berakhirnya pengembangan Destiny 2 dan belum ada rencana langsung untuk memulai proyek Destiny 3. Saat sesi town hall setelah pengumuman, banyak staf yang menanyakan soal kemungkinan PHK, namun jawaban dari manajemen dianggap kurang memuaskan.

Saat ini, Bungie lebih fokus mengalihkan sumber daya mereka ke Marathon, sebuah game baru yang telah dirilis beberapa bulan lalu. Studio ini telah mengonfirmasi rencana untuk meluncurkan mode PvE dan sejumlah pembaruan besar lainnya sebagai bagian dari pengembangan Marathon ke depan. Berdasarkan laporan Alinea Analytics, game ini telah terjual sekitar 1,2 juta kopi hingga Maret 2026, dengan sebagian besar pemain berasal dari platform Steam.

Namun, performa Bungie secara keseluruhan belum memenuhi ekspektasi, yang tercermin dari laporan kerugian sebesar 765 juta dolar AS yang diumumkan Sony sebagai pemilik Bungie sejak 2022. Sony mengakuisisi Bungie dengan nilai 3,6 miliar dolar AS dan kini menghadapi tantangan dalam mengelola transisi studio dari Destiny 2 ke proyek baru.

Di tengah situasi ini, para penggemar Destiny 2 menunjukkan antusiasme mereka dengan meluncurkan petisi agar Sony mendukung pengembangan Destiny 3. Petisi ini telah mengumpulkan lebih dari 200.000 tanda tangan dalam waktu singkat, menandakan harapan besar komunitas terhadap kelanjutan franchise tersebut.

Keputusan Bungie untuk menghentikan dukungan Destiny 2 secara tiba-tiba dan terbatasnya informasi yang dibagikan kepada staf menimbulkan keprihatinan sekaligus ketidakpastian di dalam studio. Sementara itu, studio berupaya menstabilkan posisinya melalui pengembangan Marathon sebagai fokus utama ke depan.

Dengan berakhirnya era Destiny 2, Bungie menghadapi tantangan baru dalam mempertahankan eksistensi dan kepercayaan penggemar. Kejelasan dan komunikasi yang lebih baik diharapkan dapat memperkuat hubungan antara studio dan komunitasnya di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.