Media Kampung – Katsuhiro Harada, sosok legendaris di balik seri game fighting Tekken, menutup perjalanan kariernya selama tiga dekade dengan melakukan kunjungan unik ke sebuah tempat yang dianggap sebagai ‘tanah suci’ komunitas game fighting, yakni restoran Waffle House di Atlanta. Momen ini menjadi simbol perpisahan sekaligus penghormatan pada budaya dan komunitas yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Setelah mengumumkan kepergiannya dari Bandai Namco pada akhir 2025 dan melanjutkan langkahnya dengan mendirikan studio game baru yang didukung dana dari Saudi, Harada tetap tidak bisa melepaskan dirinya dari hubungan panjangnya dengan Tekken. Saat hadir di acara Momocon di Atlanta, ia menyempatkan diri untuk mengunjungi Waffle House, yang selama ini menjadi lelucon populer di kalangan penggemar Tekken. Para penggemar sering meminta agar Waffle House dijadikan salah satu panggung pertarungan dalam game tersebut, mengingat reputasi tempat makan Amerika itu yang sering menjadi lokasi baku hantam nyata, sebuah fenomena yang terdengar aneh bagi mereka yang tidak familiar dengan budaya tersebut.
Dalam unggahan di media sosialnya, Harada menyatakan kegembiraannya akhirnya bisa mengunjungi Waffle House. Ia menyebutkan keramahan staf yang ditemuinya serta pengalaman membeli menu seharga lima dolar. Harada juga berjanji akan kembali ke sana pada pukul tiga pagi untuk menyaksikan ‘waktu pertarungan,’ mengacu pada momen-momen ramai dan konfrontasi yang sering terjadi di sana pada dini hari.
Keunikan hubungan antara Harada dan Waffle House sebenarnya sudah terjalin sejak 2024, ketika ia sempat mempertanyakan alasan banyaknya permintaan dari komunitas penggemar untuk memasukkan Waffle House sebagai lokasi pertarungan dalam Tekken. Ia meminta penjelasan tentang sejarah dan latar belakang fenomena tersebut kepada para penggemar yang lebih tahu. Namun, upayanya untuk menghubungi pihak Waffle House demi kemungkinan kolaborasi tidak membuahkan hasil, diduga karena citra game fighting yang ia usung.
Meski demikian, semangat lelucon tersebut tidak pudar walaupun Harada telah meninggalkan Bandai Namco. Saat kunjungannya di Atlanta, ia juga membagikan foto klasiknya dengan pose khas di depan Waffle House, serta gambar dirinya memegang kursi seperti senjata, yang memperkuat ikatan unik antara dirinya, Tekken, dan komunitas penggemar.
Meskipun kemungkinan besar kita tidak akan melihat Waffle House menjadi latar dalam game Tekken atau karya terbaru dari studio barunya, kunjungan ini tetap menjadi cara Harada untuk melanjutkan keterlibatannya dengan komunitas yang telah ia bangun selama bertahun-tahun. Kunjungan tersebut mengingatkan pada sisi manusiawi dan humor yang melekat pada perjalanan karier seorang tokoh penting dalam industri game fighting.
Katsuhiro Harada menutup babak kariernya yang luar biasa dengan cara yang tidak biasa, mengukuhkan Waffle House sebagai simbol perpisahan sekaligus penghormatan terhadap dunia game fighting dan para penggemarnya yang setia. Momen ini sekaligus menjadi pengingat betapa eratnya hubungan antara pembuat game, komunitas, dan budaya pop di luar dunia digital.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan