Media Kampung – Sebuah domain yang terkait dengan fenomena J-Pop Love Live!, khususnya fan club resmi Aqours, kini dilelang dengan tawaran tertinggi mencapai 97,14 miliar yen atau sekitar 615 juta dolar AS. Jumlah ini mengejutkan banyak pihak karena nilainya jauh dari angka yang umum untuk domain serupa.

Love Live! merupakan franchise besar asal Jepang yang mencakup anime, manga, konser live, dan permainan video. Aqours adalah salah satu grup J-Pop dalam seri Love Live! yang paling sukses dan memiliki basis penggemar luas selama lebih dari satu dekade. Fan club resmi Aqours sendiri resmi ditutup pada Juni 2025, dan domain fan club tersebut—lovelive-aqoursclub.jp—akhirnya kedaluwarsa dan masuk dalam proses lelang yang diselenggarakan oleh layanan registrasi domain Jepang, Onamae.

Setelah penutupan fan club tahun lalu, domain tersebut sempat menampilkan pesan perpisahan sederhana. Namun sejak 1 Mei 2026, situs tersebut beralih menjadi laman lelang domain yang akan berakhir pada 27 Mei mendatang. Tindakan ini memicu keresahan di kalangan penggemar, karena domain resmi yang jatuh ke pihak ketiga dapat membuka peluang penyalahgunaan seperti pembuatan situs phishing dengan alamat yang tampak identik.

Situs resmi Love Live! masih menghubungkan domain tersebut, sehingga potensi risiko keamanan bagi pengguna dan penggemar cukup besar. Media Jepang ITmedia menulis bahwa jika domain ini dikuasai oleh pihak tidak bertanggung jawab, mereka dapat membuat situs palsu yang sulit dideteksi oleh fitur keamanan browser atau alat pengelola kata sandi, sehingga membahayakan data pengguna.

Fans juga mengkritik Bandai Namco, perusahaan di balik Love Live!, karena dianggap lalai dengan membiarkan domain penting itu kadaluwarsa tak lama setelah layanan fan club dihentikan. Seorang pengguna Twitter dengan akun AkiraReynir menyatakan kekecewaannya dengan mengatakan, “Apakah Bandai Namco tidak belajar dari pengalaman sebelumnya ketika domain mereka pernah dibajak? Ini benar-benar tindakan bodoh.” Kritik tersebut menunjukkan kekecewaan komunitas penggemar terhadap manajemen domain yang dinilai kurang profesional.

Japan DNS Operators Group sebelumnya sudah menyarankan agar domain yang tidak lagi digunakan harus melalui proses manajemen akhir yang baik, termasuk mengurangi visibilitasnya di mesin pencari dan menghapus konten terkait agar meminimalisir risiko. Namun langkah tersebut tampaknya tidak diterapkan dalam kasus domain Aqours ini.

Sampai saat ini, belum ada informasi resmi apakah tawaran fantastis senilai 615 juta dolar AS benar-benar akan direalisasikan, namun peristiwa ini membuktikan loyalitas sekaligus kegigihan komunitas penggemar Love Live! dalam menjaga aset digital mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.