Media Kampung – Hartati Musirun Mukmin, warga Aceh Tamiang, tetap melaksanakan ibadah haji meskipun rumahnya hancur akibat banjir bandang yang melanda daerahnya. Perempuan berusia 56 tahun ini menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan berhaji di tahun 2026, meski mengalami musibah besar beberapa waktu lalu.
Dampak banjir juga merenggut seluruh dokumen kependudukan Hartati. KTP, kartu keluarga, serta dokumen terkait keberangkatan haji hilang tersapu arus. Air yang naik secara tiba-tiba membuat keluarga Hartati tidak sempat menyelamatkan barang-barang penting mereka. Ia bahkan sempat menangis ketika mengenang peristiwa tersebut.
Meski dokumen fisik hilang, data Hartati tetap tersimpan di Kementerian Agama dan Dinas Kependudukan setempat. Hal ini memungkinkan penerbitan ulang dokumen haji sehingga keberangkatannya tetap dapat terlaksana sesuai jadwal. Bantuan pelunasan biaya haji senilai Rp17 juta datang dari ketiga anak Hartati yang patungan demi mewujudkan impian ibunya.
Hartati awalnya mendaftarkan diri bersama mendiang suaminya, Muhammad Sofyan, sebelum beliau wafat pada tahun 2014. Sejak kepergian suaminya, Hartati membesarkan ketiga anaknya seorang diri dengan penuh perjuangan. Kini, ia bersiap menjalankan puncak ibadah haji di tempat-tempat suci seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dengan penuh harapan, Hartati menyatakan keyakinannya bahwa perjalanan ini akan membawa berkah dan rezeki dari Allah setelah kembali ke tanah air. Keberangkatan Hartati menjadi bukti keteguhan iman dan semangat pantang menyerah meski menghadapi cobaan berat akibat bencana alam.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan