Media Kampung – 12 April 2026 | Izzul Muslimin, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengungkapkan konsep “Jalur Surga Muhammadiyah” yang menekankan tiga nilai utama, yaitu infak, sabar, dan ikhlas, dalam tausiyah singkatnya pada acara Silaturahmi Idulfitri 1447 H di Medan, dan penekanan tersebut diharapkan menjadi pedoman praktis bagi anggota dan masyarakat luas untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat melalui perilaku yang selaras dengan ajaran Islam.
Acara tersebut dilaksanakan pada Ahad (12 April 2026) di gedung Pusat Kegiatan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, dihadiri oleh para tokoh daerah, aktivis sosial, serta jamaah yang merayakan Idulfitri bersama; sebagai tamu kehormatan, Izzul Muslimin menyampaikan pesan spiritual yang bersumber dari Surah Ali Imran ayat 133, menegaskan hubungan erat antara ketakwaan dan janji Allah atas ampunan serta surga yang luas.
Surah Ali Imran ayat 133 menyebutkan bahwa Allah menjanjikan rahmat‑nya kepada orang‑orang yang beriman, bersabar dalam ujian, dan menunaikan infak dengan ikhlas, sebagai jalan menuju keselamatan abadi, dan Izzul menekankan bahwa ayat tersebut bukan sekadar teks literal, melainkan panduan hidup yang menuntun umat Islam untuk menyeimbangkan amal sosial dengan ketenangan hati.
Infak, dalam konteks Muhammadiyah, dipahami sebagai pemberian harta atau tenaga secara sukarela tanpa mengharapkan balasan materi, yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama serta dukungan terhadap program sosial keagamaan, sementara sabar diartikan sebagai keteguhan mental dalam menghadapi cobaan, dan ikhlas berarti melaksanakan setiap perbuatan semata‑mata karena niat mengharap ridha Allah, tanpa kepentingan pribadi.
“Allah memberikan pintu surga bagi mereka yang menunaikan infak, bersabar, dan ikhlas dalam setiap amal,” ujar Izzul Muslimin dengan tegas, dan ia menambahkan, “Jika hati kita bersih dari riya dan tamak, maka setiap langkah kebaikan akan menjadi jembatan menuju kebahagiaan abadi.”
Muhammadiyah sejak lama menekankan pentingnya amal sosial sebagai wujud keimanan, dengan program beasiswa, layanan kesehatan, serta bantuan bencana yang dijalankan oleh jaringan yayasan di seluruh Indonesia, dan strategi “Jalur Surga Muhammadiyah” ini memperkuat tradisi tersebut, mengajak setiap anggota untuk mengintegrasikan nilai‑nilai spiritual dalam aksi nyata yang berdampak luas.
Para peserta silaturahmi menanggapi pesan Izzul dengan antusias, menyatakan bahwa konsep infak, sabar, dan ikhlas memberikan arah jelas bagi aktivitas keagamaan mereka di tengah dinamika sosial modern, dan beberapa tokoh daerah pun berkomitmen meningkatkan program infak daerah, mengoptimalkan dana zakat, serta mengadakan pelatihan keikhlasan bagi relawan.
Ke depan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan berencana menyelenggarakan serangkaian lokakarya dan kampanye digital untuk menyebarluaskan “Jalur Surga Muhammadiyah” kepada generasi muda, dengan target peningkatan partisipasi infak sebesar 20% pada tahun 2027, dan harapan Izzul Muslimin, melalui sinergi antara keimanan dan aksi sosial, umat Islam dapat menapaki jalan yang Allah janjikan, sekaligus memperkuat solidaritas umat dalam membangun masyarakat yang lebih adil.
Izzul Muslimin, yang telah menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak 2023, dikenal karena kepiawaiannya menyampaikan nilai‑nilai Islami dengan bahasa yang mudah dipahami serta fokus pada pemberdayaan ekonomi umat, dan pengalamannya sebelumnya sebagai Ketua Dewan Dakwah Nasional memberi perspektif luas tentang tantangan spiritual dan material yang dihadapi komunitas muslim di era digital.
Penerapan tiga pilar infak, sabar, dan ikhlas tidak hanya berpotensi meningkatkan kesejahteraan material, tetapi juga memperkuat ketahanan mental umat dalam menghadapi krisis ekonomi pasca‑pandemi yang masih terasa, dengan menumbuhkan budaya ikhlas, Muhammadiyah berharap mengurangi kesenjangan sosial, menurunkan tingkat kemiskinan, serta menumbuhkan rasa persaudaraan yang lebih dalam di antara anggota dan masyarakat umum.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan