Media Kampung – Film “Para Perasuk” menyoroti perjuangan kelas pekerja melalui karakter Bayu, yang diperankan oleh Angga Yunanda, menegaskan kembali reputasinya sebagai aktor muda berkemampuan tinggi.
Bayu digambarkan sebagai perasuk yang dulunya bekerja sebagai manusia silver, namun terpaksa mengorbankan mimpinya demi menghidupi keluarganya di dunia perhotelan karena tekanan ekonomi.
Sutradara film menegaskan bahwa karakter Bayu merupakan cerminan perjalanan pribadi, menampilkan obsesi, ketakutan, serta pencarian kedamaian diri.
Angga Yunanda menghidupkan Bayu dengan intensitas emosional, menampilkan konflik internal yang kuat sekaligus menggambarkan realitas kehidupan sehari-hari banyak orang Indonesia.
Penampilan Angga dalam “Para Perasuk” melanjutkan jejaknya pada peran-peran sebelumnya seperti Bima di “Dua Garis Biru” dan Muklas di “Budi Pekerja”, yang masing-masing mengangkat isu kemiskinan dan tekanan media sosial.
Karakter Bima, seorang siswa SMA dari keluarga kurang mampu, harus mengatasi kehamilan tak terduga dan pekerjaan serabutan, sehingga Angga meraih penghargaan di Indonesian Movie Actors Awards 2020.
Di “Budi Pekerja”, Angga memerankan Muklas, influencer yang menghadapi cyberbullying, dan berhasil masuk nominasi Festival Film Indonesia 2023.
Dalam “Para Perasuk”, Bayu mengalami dilema moral ketika menemukan uang temuan di rumahnya, yang ternyata membawa konsekuensi berbahaya bagi dirinya dan istrinya Alya.
Film ini menampilkan latar kota Surabaya dengan jadwal penayangan di beberapa bioskop lokal, termasuk CGV Marvell City, CGV Maspion Square, dan Cinepolis City of Tomorrow pada tanggal 30 April 2026.
Penonton dapat menyaksikan Bayu di CGV Marvell City pukul 12:15 WIB dengan tiket seharga Rp 26.000, sementara di CGV Maspion Square penayangan dijadwalkan pada pukul 13:50 WIB dengan harga Rp 32.000.
Para kritikus film menilai “Para Perasuk” berhasil menggabungkan elemen drama sosial dengan sentuhan thriller, memberikan wawasan tentang dinamika kelas pekerja di era modern.
Film ini juga menambah daftar karya Angga Yunanda yang terus diakui, memperkuat posisinya sebagai salah satu aktor muda terpopuler di industri perfilman Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan