Media Kampung – CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, memberikan penegasan bahwa Red Dead Online bukanlah sebuah peluang yang terlewat oleh perusahaan, mengingat game Red Dead Redemption telah terjual sebanyak 85 juta kopi secara global. Pernyataan ini menanggapi pandangan yang menyebutkan bahwa Red Dead Online kurang maksimal dibandingkan dengan GTA Online dalam hal pendapatan dan popularitas.

Dalam sebuah wawancara dengan IGN, Zelnick menjelaskan bahwa pencapaian penjualan Red Dead yang mencapai angka 85 juta unit merupakan indikator keberhasilan yang signifikan. “Tidak ada yang menunjukkan bahwa penjualan Red Dead sebesar itu adalah sebuah peluang yang terlewat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Red Dead Online sudah sangat sukses dan memiliki daya tahan yang lama di pasar game online.

Lebih jauh, Zelnick menyampaikan bahwa jika franchise Grand Theft Auto (GTA) tidak ada, keberadaan Red Dead sebagai salah satu waralaba open-world paling sukses sudah cukup menjadi kebanggaan bagi perusahaan. “Jika kami tidak memiliki Grand Theft Auto, orang-orang akan tetap membicarakan tentang waralaba besar yang kami miliki, yaitu Red Dead,” tambahnya.

Meski demikian, dari sisi pengalaman pemain online, Red Dead Online dianggap kurang mendapatkan perhatian yang sama seperti GTA Online. Beberapa pengamat industri menyebut bahwa Red Dead Online masih berada di bawah bayang-bayang popularitas GTA Online yang lebih besar dan lebih aktif dalam hal pembaruan konten.

Zelnick sendiri mengakui bahwa ia pribadi bukan penggemar berat game online Rockstar, tetapi ia menekankan bahwa tidak semua game dengan elemen online harus menjadi layanan live service yang terus diperbarui secara intensif. Menurutnya, keberhasilan bisnis tidak selalu bergantung pada pembaruan online berkelanjutan, dan penjualan 85 juta kopi sudah merupakan pencapaian yang sangat baik.

Pernyataan Strauss Zelnick ini memberikan perspektif yang berbeda terkait penilaian terhadap Red Dead Online. Ia menolak anggapan bahwa keberadaan mode online Red Dead merupakan kegagalan bisnis dan menunjukkan bahwa pencapaian penjualan fisik dan digital Red Dead Redemption secara keseluruhan sudah mencerminkan kesuksesan besar bagi Take-Two Interactive.

Dengan fokus pada kualitas permainan dan daya tarik jangka panjang, Red Dead tetap menjadi salah satu franchise andalan dalam industri game open-world, di samping Grand Theft Auto yang juga menjadi pilar utama kesuksesan perusahaan. Perkembangan dan dukungan terhadap Red Dead Online sendiri mungkin akan terus berjalan sesuai strategi bisnis yang lebih luas dari Take-Two.

Secara keseluruhan, pernyataan CEO Take-Two ini menegaskan bahwa Red Dead Online tidak boleh dianggap sebagai peluang yang terlewat, melainkan sebagai bagian dari portofolio game yang sukses dan bernilai tinggi, dengan basis penggemar yang solid dan penjualan yang mengesankan di pasar global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.