Media Kampung – Rockstar Games akhirnya mengonfirmasi bahwa GTA 6 akan menjadi pengalaman singleplayer saat dirilis pada 19 November 2026. Namun, pengumuman ini justru memicu pertanyaan besar: apa yang akan terjadi dengan GTA Online, mode multiplayer yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama studio?

Dalam pernyataan resmi, Rockstar hanya menyebut GTA 6 sebagai “singleplayer experience” tanpa memberikan detail terkait keberadaan mode online. Padahal, sejak GTA 5, GTA Online telah menjadi fenomena dengan basis pemain yang sangat besar dan menghasilkan miliaran dolar. Tak heran jika banyak penggemar berasumsi bahwa GTA 6 juga akan memiliki versi online, meskipun sang developer bungkam.

Spekulasi semakin kuat setelah dokumen pengadilan mengungkapkan fitur “top secret” untuk lobi 32 pemain. Ini mengindikasikan bahwa Rockstar tengah menyiapkan sesuatu, entah itu pembaruan besar untuk GTA Online yang sudah ada atau peluncuran mode multiplayer baru untuk GTA 6.

Pola perilisan multiplayer setelah singleplayer sebenarnya sudah menjadi kebiasaan Rockstar. GTA Online dirilis dua minggu setelah GTA 5 pada 2013, sementara Red Dead Online hadir sebulan setelah Red Dead Redemption 2. Jadi, wajar jika GTA 6 Online tidak langsung tersedia saat peluncuran.

Pertanyaan yang mengemuka adalah: seperti apa bentuk GTA Online selanjutnya? Apakah Rockstar akan mengadopsi pendekatan ala Call of Duty Warzone dengan versi gratis? Atau justru meluncurkan GTA Online 2 yang berdiri sendiri? Bahkan, ada kemungkinan model langganan berbayar diperkenalkan, mengingat GTA 6 edisi Ultimate sudah memberikan akses gratis satu bulan ke GTA+.

Yang jelas, hingga saat ini Rockstar belum memberikan pernyataan resmi soal masa depan GTA Online. Yang pasti, GTA 6 tidak akan menyertakan komponen online bawaan saat rilis. Namun, bukan berarti tidak akan ada mode multiplayer baru yang hadir bersamaan atau beberapa waktu setelahnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.