Media Kampung – CEO Take-Two, Strauss Zelnick, menolak anggapan bahwa Red Dead Online merupakan kesempatan yang terlewatkan, dengan menegaskan bahwa game tersebut telah meraih kesuksesan besar dan bertahan lama.

Red Dead Online adalah mode multiplayer mandiri dari game Red Dead Redemption 2 yang dirilis pada 2018 oleh Rockstar Games. Meski pembaruan konten besar terakhirnya adalah Blood Money pada Juli 2021, Rockstar kini lebih fokus pada event bulanan untuk menjaga kelangsungan permainan. Update Strange Tales of the West tahun lalu sempat memberi harapan akan pembaruan lebih besar, namun hingga kini tidak ada pembaruan signifikan yang dirilis.

Komunitas pemain menilai perhatian Rockstar kepada Red Dead Online jauh tertinggal jika dibandingkan dengan GTA Online, mode multiplayer dari Grand Theft Auto V yang diluncurkan pada 2013. Kebocoran data yang terjadi bulan lalu mengungkap bahwa GTA Online unggul jauh dari segi pendapatan dan jumlah pemain aktif dibandingkan Red Dead Online, yang memicu komentar bahwa Red Dead Online kurang mendapat pembaruan dan menghadapi masalah griefing yang serius.

Menanggapi hal ini dalam wawancara dengan media IGN, Zelnick menegaskan bahwa kesuksesan Red Dead Online tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia mengingatkan bahwa Red Dead Redemption 2 telah terjual lebih dari 85 juta kopi, menjadikannya salah satu game terlaris sepanjang masa, hanya dibayangi oleh Minecraft dan GTA V.

“Tidak ada yang bisa menganggap penjualan 85 juta unit Red Dead sebagai kesempatan yang terlewatkan. Red Dead Online sangat sukses dan bertahan lama,” ujar Zelnick. Ia juga menambahkan bahwa perbedaan persepsi soal Red Dead Online muncul karena keberhasilan luar biasa GTA di perusahaan mereka.

Lebih lanjut, Zelnick menyebut bahwa jika perusahaan tidak memiliki franchise besar seperti GTA, maka Red Dead akan dianggap sebagai salah satu waralaba terbesar yang membanggakan. Ia pribadi mengaku sangat menyukai Red Dead dan percaya game ini tetap relevan berkat kualitas hiburan dan visualnya yang memukau meskipun bukan produk baru.

Dalam laporan keuangan terbaru Take-Two, terungkap bahwa Red Dead Redemption 2 kini menjadi game terlaris ketiga sepanjang masa setelah menyalip Wii Sports, dengan total penjualan mencapai 85 juta kopi. Sementara GTA V telah terjual lebih dari 230 juta kopi, mencetak rekor baru di industri game.

Meskipun jumlah pemain aktif Red Dead Online mencapai hampir satu juta per minggu, yang merupakan angka besar untuk game live-service, kurangnya pembaruan bermakna tetap menjadi keluhan utama komunitas. Keputusan Rockstar untuk tidak menghadirkan patch 60fps pada versi konsol generasi terbaru juga menjadi bahan kritik, meski rumor mengenai pembaruan tersebut sempat beredar.

Sementara itu, pembicaraan tentang Red Dead Redemption 3 terus muncul di kalangan penggemar dan tokoh terkait. Pendiri Rockstar Games, Dan Houser, pernah menyatakan kemungkinan besar seri ketiga akan hadir, dan aktor Roger Clark yang memerankan Arthur Morgan yakin penggemar akan melihat kelanjutan cerita itu suatu hari nanti, meski belum ada kepastian kapan waktunya.

Fokus utama Rockstar saat ini adalah pengembangan GTA 6, sehingga penggemar Red Dead mungkin harus bersabar menunggu perhatian lebih besar untuk franchise Wild West ini di masa depan. Namun, ada harapan bahwa setelah peluncuran GTA 6 dan pembaruan GTA Online berikutnya selesai, Rockstar akan kembali melirik Red Dead Online dengan pembaruan baru.

Dengan penjualan yang terus berlanjut dan komunitas yang tetap aktif, Red Dead Online masih menunjukkan daya tarik kuat sebagai bagian dari waralaba Red Dead Redemption yang legendaris.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.