Media Kampung – CEO Team Group, Gerry Chen, mengingatkan bahwa harga DRAM dan SSD diperkirakan akan terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun mendatang. Ia menyarankan bagi mereka yang membutuhkan memori komputer untuk segera melakukan pembelian guna menghindari lonjakan harga yang lebih tinggi di masa depan.

Dalam wawancara terbaru dengan Hermitage Akihabara, Gerry Chen menjelaskan bahwa permintaan memori yang berkaitan dengan perkembangan pesat server AI saat ini sangat tinggi, mencapai sekitar 40-50% dari total pasokan. Ia memperkirakan tren ini akan terus meningkat hingga tahun 2027, dengan sebagian besar produksi memori telah dipesan oleh pelanggan hingga periode tersebut.

Chen juga menegaskan bahwa kelangkaan pasokan tidak hanya terjadi pada DRAM, tetapi juga pada NAND flash memory yang digunakan pada SSD. Keadaan ini menciptakan situasi pasar yang ketat dan menimbulkan kekurangan pasokan memori yang diprediksi akan berlanjut hingga tahun 2028.

Team Group sendiri tidak memproduksi chip DRAM dan NAND flash, melainkan mengimpor modul dari produsen besar seperti SK hynix, Micron, dan Samsung. Proses pembuatan kit DDR5 dan SSD dari modul tersebut juga memiliki tingkat kegagalan tertentu, sehingga kapasitas produksi Team Group menjadi lebih terbatas dan berpengaruh terhadap ketersediaan produk di pasaran.

Ketika membahas harga komponen PC, Chen menyatakan bahwa harga diperkirakan akan terus naik. Meskipun harga produk server telah melonjak signifikan, pasar PC umum saat ini masih relatif rendah. Namun, permintaan yang kuat untuk server AI dan server umum mendorong kenaikan harga sekitar 30% setiap kuartal, dan tren ini kemungkinan besar akan terus berlanjut.

Chen memperingatkan bahwa jika harga server terus meningkat, hal ini akan menyebabkan lebih banyak pasokan komponen dialihkan ke pasar server, sehingga semakin mempersempit ketersediaan untuk konsumen umum. Akibatnya, harga produk PC, khususnya memori DDR5 dan SSD, akan ikut terdorong naik secara signifikan.

Situasi ini sudah terlihat dari kenaikan harga yang cukup drastis. Contohnya, harga SSD NVMe 1 TB yang sebelumnya sekitar 230 dolar AS kini telah melewati angka 500 dolar AS. Jika tren ini berlanjut, konsumen harus siap menghadapi harga yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Dengan kondisi pasar yang sulit diprediksi ini, Gerry Chen merekomendasikan agar para konsumen yang berencana melakukan pembelian memori atau upgrade komputer untuk segera mengambil keputusan sebelum harga naik lebih jauh. Menunggu hingga tahun 2028 diyakini akan membuat konsumen menghadapi harga yang jauh lebih mahal dan keterbatasan stok produk.

Secara keseluruhan, peringatan dari CEO Team Group ini memberikan gambaran jelas tentang dampak permintaan pasar AI terhadap industri memori dan penyimpanan. Keadaan ini memengaruhi harga dan ketersediaan produk bagi pengguna PC di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.