Media Kampung, Pemerintah terus berupaya menekan anggaran subsidi energi yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun. Salah satu langkah yang digenjot adalah mengganti penggunaan LPG dengan compressed natural gas (CNG) serta memperketat penyaluran BBM subsidi melalui kebijakan daerah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa penggunaan CNG dapat menghemat subsidi hingga Rp30 triliun per tahun. Hal ini karena harga CNG diperkirakan 30-40 persen lebih murah dibandingkan LPG. Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan uji coba tahap ketiga sebelum memutuskan peluncuran program secara resmi. Bahlil belum memastikan apakah implementasi CNG dapat dimulai pada Agustus 2026, namun ia berharap prosesnya berjalan lebih cepat.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan kebijakan larangan pembelian BBM subsidi bagi kendaraan yang menunggak pajak. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan aturan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur NTT Nomor 13 Tahun 2025. Tujuannya memastikan subsidi energi tepat sasaran dan menegakkan keadilan bagi wajib pajak yang taat. Kendaraan berpelat NTT yang telah melunasi pajak tetap boleh membeli Pertalite dan Solar subsidi, sementara kendaraan dari luar daerah atau yang masih memiliki tunggakan tidak diperbolehkan.
Sementara itu, Kementerian ESDM bersama pemerintah daerah terus mengevaluasi kuota BBM subsidi yang kerap habis lebih cepat. Gubernur Melki mengungkapkan bahwa salah satu penyebabnya adalah banyaknya kendaraan berpelat luar daerah atau penunggak pajak yang ikut menikmati subsidi. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan alokasi subsidi.
Langkah konversi CNG dan pembatasan BBM subsidi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menekan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di sektor energi. Dengan nilai subsidi LPG yang mencapai Rp86-90 triliun per tahun, efisiensi 30 persen saja dapat menghemat hingga Rp27-30 triliun. Pemerintah menargetkan implementasi CNG dapat berjalan setelah seluruh tahapan uji coba selesai, seiring dengan kesiapan infrastruktur dan regulasi.














