Media Kampung – DPR RI menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan otoritas fiskal pada Sabtu (8/6) di kompleks parlemen Senayan, Jakarta. Pertemuan ini fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan nilai tukar rupiah.
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, serta Gubernur BI Perry Warjiyo. Dasco mengatakan pertemuan ini merupakan forum evaluasi dan koordinasi agar kebijakan fiskal dan moneter saling mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kami melakukan koordinasi bagaimana fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada saat ini,” ujar Dasco. Ia menambahkan pertemuan menghasilkan beberapa kesepakatan yang akan diumumkan masing-masing institusi.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan koordinasi fiskal-moneter selama ini berjalan sangat erat. Langkah pertama yang disepakati adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil untuk mendorong masuknya modal asing dan menstabilkan rupiah.
“Fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflow ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Perry dalam konferensi pers.
Langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di BI. Perry menjelaskan penempatan dana pemerintah di BI memastikan operasi moneter berjalan optimal dalam menjaga stabilitas rupiah.
“Dengan demikian, operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan