Media Kampung – Badan Energi Internasional (IEA) mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi pasar minyak global yang dapat memasuki “zona merah” pada bulan Juli atau Agustus mendatang. Peringatan ini muncul seiring dengan menipisnya stok minyak dunia di tengah lonjakan permintaan energi selama musim perjalanan musim panas.
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menekankan bahwa situasi saat ini semakin memprihatinkan. Ia mengungkapkan bahwa pembukaan Selat Hormuz secara penuh dan tanpa syarat adalah solusi penting untuk mengatasi guncangan pasar energi yang dipicu oleh konflik di Iran.
Birol juga memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali dan tidak ada tambahan pasokan minyak baru dari Timur Tengah, pasar minyak global berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar dalam beberapa bulan ke depan. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi di Chatham House mengenai krisis di Selat Hormuz dan keamanan energi global.
IEA mencatat bahwa pasar energi dunia saat ini mengalami gangguan terburuk dalam sejarah. Sebelumnya, pasar masih bisa bertahan berkat surplus cadangan minyak global yang membantu meredakan dampak awal konflik. Namun, cadangan tersebut kini terus menyusut seiring dengan meningkatnya konsumsi dan gangguan distribusi energi.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi internasional, di mana sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur ini setiap harinya. Namun, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hampir terhenti akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang menyebabkan ketidakpastian besar terhadap pasokan energi global.
Birol menyoroti bahwa negara-negara berkembang di Asia dan Afrika kemungkinan akan merasakan dampak paling besar dari krisis ini. Selain itu, ia juga mencatat adanya ancaman terhadap ketahanan pangan global akibat terganggunya distribusi dan tingginya harga energi.
Produksi dan penyulingan minyak di Timur Tengah diperkirakan akan memerlukan waktu lama untuk kembali ke tingkat sebelum perang. Sebagai langkah antisipasi, IEA menyatakan siap untuk mengoordinasikan pelepasan tambahan cadangan minyak strategis jika situasi semakin memburuk.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan