Media Kampung – Fenomena meningkatnya jumlah rumah makan (RM) Padang yang dikelola oleh non-Minang dinilai sebagai bukti kuat dari popularitas kuliner Minangkabau. Direktur Eksekutif Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) Burmalis Ilyas menegaskan bahwa hal ini menunjukkan tingginya nilai masakan Minang di mata masyarakat luas.
Burmalis mengungkapkan bahwa masyarakat Minang seharusnya merasa bangga dengan fenomena ini, karena menunjukkan bahwa masakan tradisional mereka semakin diminati. “Kita harus menghargai ini sebagai sesuatu yang positif,” ujarnya dalam sebuah forum di Jakarta.
Ia juga menyoroti perkembangan jaringan waralaba RM Padang yang semakin meluas. Menurutnya, keberadaan franchise ini tidak hanya memperkenalkan kuliner Minang ke berbagai daerah, tetapi juga membantu mempromosikan budaya Minangkabau secara lebih luas.
“Dengan adanya franchise, masakan Minang dikenal di banyak kota dan kabupaten. Ini adalah bentuk promosi budaya yang sangat efektif,” tambah Burmalis.
Di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner, Burmalis menyarankan agar RM Padang tradisional meningkatkan kualitas pelayanan dan kebersihan. “Pelaku usaha harus bersikap lebih kompetitif, terutama dalam hal kebersihan dan pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
MDN-G juga berkomitmen untuk memperkenalkan kuliner Minang hingga ke tingkat internasional. Burmalis mengungkapkan bahwa mereka telah mengunjungi banyak komunitas Minang di luar negeri dan mengamati adanya antusiasme terhadap masakan Minang di luar Indonesia.
“Kami berharap keberadaan rumah makan Padang di luar negeri dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi perantau serta masyarakat Minang,” ungkapnya. Keberadaan RM Padang di berbagai negara diharapkan dapat memperkuat identitas dan eksistensi budaya Minangkabau di kancah global.
Seiring dengan tren tersebut, MDN-G berupaya untuk mendorong lebih banyak promosi kuliner Minang agar semakin dikenal di mancanegara. Burmalis berharap, dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, masakan Minang dapat terus berkembang dan mendapatkan pengakuan yang lebih luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan