Media Kampung – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak signifikan terhadap pasokan energi dunia. Lonjakan harga minyak dan gas global memicu tekanan pada rantai pasokan energi, khususnya Liquefied Natural Gas (LNG) yang sangat krusial bagi sektor industri dan pembangkit listrik di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pakar energi sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia, Iwa Garniwa, menekankan pentingnya negara-negara untuk lebih memprioritaskan keamanan pasokan energi dibanding berfokus pada harga yang murah. Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi krisis geopolitik seperti saat ini, ketersediaan energi menjadi hal utama karena tanpa pasokan yang stabil, harga murah tidak akan berdampak positif.
Iwa menambahkan, negara-negara yang tidak memiliki kontrak pasokan jangka panjang, infrastruktur regasifikasi yang memadai, serta cadangan energi strategis akan menghadapi risiko tinggi dalam persaingan mendapatkan LNG di pasar global. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan produksi dan tekanan ekonomi yang lebih luas bagi negara tersebut.
Lebih lanjut, Iwa Garniwa mengingatkan bahwa harga LNG domestik berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh melonjaknya harga acuan global seperti Japan Crude Cocktail (JCC) dan Japan Korea Marker (JKM). Kenaikan harga energi internasional ini juga telah memicu peningkatan harga LPG dan solar industri di dalam negeri, yang berimbas pada biaya produksi berbagai sektor.
Situasi ini menegaskan betapa vitalnya posisi energi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas produksi nasional. Gangguan pada pasokan energi dapat memperlambat aktivitas industri dan meningkatkan inflasi, sehingga mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.
Dengan kondisi global yang semakin tidak menentu, penting bagi Indonesia untuk memperkuat strategi pengamanan pasokan LNG. Hal ini mencakup penguatan kontrak jangka panjang, pengembangan fasilitas regasifikasi yang memadai, serta penyediaan cadangan energi yang cukup agar mampu menghadapi fluktuasi pasar dan gangguan geopolitik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan