Media Kampung – Ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah mulai menimbulkan dampak signifikan pada sektor energi dunia. Lonjakan harga minyak dan gas, khususnya Liquefied Natural Gas (LNG), menyebabkan tekanan pada rantai pasokan energi global yang sangat dibutuhkan oleh berbagai industri dan pembangkit listrik.
Pakar energi sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia, Iwa Garniwa, menegaskan bahwa dalam kondisi krisis seperti ini, negara-negara harus lebih mengutamakan keamanan pasokan energi daripada sekadar berfokus pada harga yang murah. Dalam keterangannya pada Rabu (20/5/2026), Iwa menyatakan bahwa harga murah tidak akan berarti jika energi tersebut tidak tersedia.
Iwa menambahkan bahwa negara-negara yang tidak memiliki kontrak jangka panjang, fasilitas regasifikasi yang memadai, serta cadangan energi strategis akan menghadapi risiko lebih besar dalam mendapatkan pasokan LNG di pasar global yang semakin kompetitif. Menurutnya, energi merupakan tulang punggung perekonomian karena menjadi motor utama aktivitas industri dan kelancaran rantai pasok nasional.
Gangguan pasokan energi dapat menghambat proses produksi, menyebabkan inflasi, dan akhirnya memberikan tekanan ekonomi yang meluas. Selain itu, Iwa juga memberi peringatan bahwa harga LNG domestik berpotensi mengalami penyesuaian naik dalam waktu dekat menyusul melonjaknya harga acuan global seperti Japan Crude Cocktail (JCC) dan Japan Korea Marker (JKM).
Kenaikan harga energi internasional ini sudah mulai berdampak di dalam negeri dengan meningkatnya harga LPG dan solar untuk sektor industri. Kondisi ini mengharuskan Indonesia untuk lebih serius dalam menjaga dan mengamankan pasokan LNG agar kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.
Seiring situasi geopolitik yang masih memanas di Timur Tengah, tekanan pada pasokan energi global diperkirakan akan terus berlanjut. Indonesia, sebagai salah satu negara konsumen energi, perlu mengambil langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur dan kontrak pasokan LNG. Hal ini penting guna menjaga stabilitas energi nasional sekaligus mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi pasar global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan