Media Kampung – Pakta damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang resmi berlaku mulai menunjukkan dampak nyata pada lalu lintas energi global. Kapal pengangkut gas alam cair (LNG) yang memuat kargo dari Qatar mulai bergerak menuju Selat Hormuz, memberikan sinyal awal pemulihan jalur energi kritis tersebut.

Berdasarkan data pelacakan kapal, kapal LNG Mraikh yang mengambil muatan dari Qatar pada awal bulan ini kini bergerak menuju Selat Hormuz setelah tertahan di Teluk Persia sejak Februari. Kapal yang disewa oleh QatarEnergy itu mengirimkan sinyal bahwa tujuan berikutnya adalah Port Qasim di Pakistan.

Pergerakan kapal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penandatanganan kesepakatan dengan Iran yang membuka jalan bagi pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu cepat. Sebelumnya, perang AS-Iran menyebabkan penutupan Selat Hormuz, yang menghambat akses terhadap sekitar 20 persen pasokan LNG global. Selama periode penutupan, hanya sebagian kecil kapal yang berhasil melintas, biasanya dengan mematikan transponder atau memperoleh izin khusus dari Teheran.

Qatan sebelumnya menargetkan pemulihan sebagian besar kapasitas ekspor LNG dalam waktu dua bulan setelah Selat Hormuz kembali dibuka. Namun, upaya ini membutuhkan ketersediaan kapal pengangkut LNG yang cukup. Sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026, belum ada kapal LNG kosong yang berlayar masuk ke Teluk Persia untuk mengambil muatan baru.

Perjalanan kapal Mraikh juga menjadi kabar baik bagi Pakistan, yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi krisis pasokan gas setelah pengiriman LNG dari Qatar terhenti akibat konflik. Negara Asia Selatan itu bahkan sempat mencari pasokan LNG tambahan melalui tender internasional untuk mengatasi kekurangan energi. Sebelumnya, Pakistan telah melakukan pembicaraan dengan Iran terkait jaminan keamanan pelayaran kapal LNG guna membantu mengatasi defisit energi domestik.

Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah pelayaran Mraikh merupakan bagian dari kesepakatan khusus antara Pakistan dan Iran, atau merupakan dampak langsung dari implementasi pakta damai AS-Iran. QatarEnergy belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait perkembangan tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.