Media Kampung – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa AS memiliki hak untuk mengakses hampir seluruh cadangan mineral langka yang ada di Ukraina berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangani antara kedua negara. Klaim ini muncul dalam wawancara Trump dengan Real America’s Voice pada akhir Juli 2026.
Trump menyebutkan bahwa Ukraina memiliki tanah yang kaya dengan mineral langka seperti lithium, titanium, dan grafit. Menurutnya, kontrak yang dibuat memungkinkan Amerika Serikat untuk mengambil dan menjual cadangan mineral tersebut kapan saja sesuai kebutuhan.
Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang dijalin sejak April 2025 antara Washington dan Kyiv, yang membentuk dana investasi bersama dari hasil penjualan sumber daya mineral Ukraina. Dana investasi yang dikelola bersama oleh Badan Pengembangan Kerja Sama Keuangan Internasional AS dan Badan Pendukung Kemitraan Publik-Swasta Ukraina ini memiliki nilai lebih dari 300 miliar dolar AS.
Pendapatan dari dana investasi tersebut dibagi secara merata antara AS dan Ukraina, masing-masing memperoleh 50 persen. Skema ini juga memungkinkan Ukraina untuk tidak harus mengganti bantuan militer yang telah diberikan AS dalam menghadapi konflik dengan Rusia.
Kerja sama ini menjadi sangat penting bagi Ukraina yang tengah membutuhkan dukungan militer, termasuk sistem pertahanan udara canggih, untuk menghadapi serangan dari Rusia. Dalam pertemuan antara Presiden Volodymyr Zelensky dan Donald Trump pada Juli 2026, Ukraina juga meminta peningkatan bantuan militer dari AS.
Sebelumnya, Trump sempat menyatakan keraguannya terkait izin produksi rudal Patriot di Ukraina, namun pertemuan dan kerja sama kedua negara menunjukkan adanya sinyal positif dalam hubungan bilateral, terutama dalam konteks keamanan dan ekonomi.
Kesepakatan pengelolaan sumber daya mineral ini menjadi bagian dari strategi kedua negara untuk memperkuat kemitraan dan mendukung Ukraina dalam situasi konflik yang berlanjut di wilayahnya.















Tinggalkan Balasan