Media Kampung, Pangkalpinang — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang mengimbau seluruh pelaku pelayaran di wilayah perairan Kepulauan Bangka Belitung untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca buruk dalam beberapa waktu ke depan. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi guna meminimalkan risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi di perairan setempat.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rahman Junika, menyatakan bahwa kondisi cuaca saat ini sering tidak bersahabat. “Kami mengimbau kepada seluruh nakhoda dan operator pelayaran untuk selalu memantau perkembangan prakiraan cuaca sebelum memutuskan untuk berlayar,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 15 Juli 2026.

Selain memantau informasi cuaca, para nakhoda diminta tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi gelombang, angin, maupun jarak pandang dinilai tidak aman. Keselamatan penumpang dan awak kapal harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran.
“Seluruh operator kapal dapat melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi kapal sebelum keberangkatan, termasuk memastikan alat komunikasi, pelampung, life jacket, dan perlengkapan keselamatan lainnya berfungsi dengan baik,” tambah Mikel.

Berdasarkan pantauan dan prakiraan cuaca, wilayah Perairan Kepulauan Bangka Belitung belakangan kerap mengalami perubahan cuaca secara cepat yang dapat memicu gelombang tinggi dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pelayaran, terutama bagi kapal penumpang, kapal nelayan, maupun kapal berukuran kecil.
Ketua Laskar Sekaban, M. Acin, mengonfirmasi bahwa kondisi perairan laut Babel cukup tidak bersahabat. “Kami memantau dan patroli ke sejumlah pantai minggu kemarin, gelombang cukup tinggi, dan angin kencang,” katanya. Ia berharap masyarakat, termasuk pengunjung pantai, mewaspadai kondisi cuaca ini dan tidak mandi di pantai saat cuaca buruk.




















Tinggalkan Balasan