Media Kampung – Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya menggelar diskusi mendalam tentang filosofi Sekar Asmarandana dalam rangka menyambut tahun baru Jawa 1 Suro 1960 Saka. Program bertajuk ‘Tanju Perak Malam MACAPAT Pro 4′ ini menghadirkan Ki Alfaris Suwondo Saputro, Kepala Seksi Umum Yayasan Macapat Among Tani Mojopahit, sebagai narasumber utama.

Ki Alfaris menekankan bahwa 1 Suro bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum refleksi spiritual. Melalui lantunan macapat, khususnya Sekar Asmarandana, masyarakat diajak merenungkan hubungan antara pencipta dan makhluk-Nya.

Dalam tradisi macapat, Asmarandana biasanya bermakna cinta kasih. Namun, pada konteks Suroan, maknanya bergeser menjadi cinta antara Gusti (Tuhan) dan kawula (manusia). ‘Asmara’ dimaknai sebagai rasa syukur atas kehidupan, sementara ‘Dana’ melambangkan semangat baru untuk membakar sifat buruk.

Acara yang disiarkan langsung pada Rabu malam, 17 Juni 2026, melalui frekuensi 96.8 FM dan aplikasi RRI Digital ini juga memberikan edukasi tentang struktur penulisan dan cara melantunkan Asmarandana yang benar. Pendengar diajak menjaga harmoni alam dan sesama manusia sesuai semangat tahun baru Jawa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.