Media Kampung – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan peluncuran LSP Keris Indonesia pada acara Peringatan Hari Keris Nasional 2026 di Museum Pusaka TMII, Jakarta Timur.
Ia menegaskan bahwa lembaga sertifikasi ini hadir untuk menegakkan standar keahlian dalam bidang perkerisan, termasuk kurator, hukum, dan layanan perawatan keris.
Fadli Zon menyatakan, “Kita sekarang sudah punya LSP Keris Indonesia. LSP Keris Indonesia ini sudah mengeluarkan sertifikasi profesi dengan 29 skema,” menambahkan bahwa skema tersebut mencakup beragam kompetensi.
Ia juga menekankan pentingnya standar kompetensi agar profesi perkerisan lebih dikenal luas, baik di dalam negeri maupun di panggung global.
Fadli Zon mengapresiasi kontribusi Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) serta tokoh-tokoh perkerisan yang telah mendukung pengembangan sektor ini.
Direktur LSP Perkerisan Indonesia, Agung Guntoro Wisnu, menambahkan bahwa lembaga ini telah memperoleh lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Lisensi tersebut menjamin bahwa sertifikasi yang diberikan sesuai dengan kerangka kerja nasional dan dapat diakui secara resmi.
Sertifikasi profesi perkerisan diberikan oleh Kurator Keris, Rivo Cahyono, yang merujuk pada standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 7, setara dengan gelar S2 profesional.
Rivo Cahyono menjadi satu dari 17 kurator keris bersertifikat di Indonesia, menandakan tingginya standar yang harus dipenuhi.
Dalam sertifikat kompetensi kurator keris terdapat 27 unit kompetensi yang harus dikuasai, menuntut proses belajar yang intensif.
Rivo Cahyono mengaku harus mengikuti uji kompetensi hingga dua kali sebelum berhasil memperoleh sertifikat.
Proses tersebut mencerminkan komitmen tinggi para profesional untuk memenuhi standar yang ditetapkan LSP Keris Indonesia.
Selain kurator, skema sertifikasi juga mencakup bidang hukum keris, yang mengatur perlindungan hak kekayaan intelektual serta kepemilikan artefak budaya.
Bidang layanan perawatan atau jamasan keris juga termasuk dalam 29 skema, menekankan pentingnya pelestarian fisik keris yang berusia ratusan tahun.
Dengan standar yang terstruktur, diharapkan para pengrajin keris dapat meningkatkan kualitas produk serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Pengakuan standar KKNI level 7 memberi nilai tambah bagi pemegang sertifikat dalam mencari pekerjaan di sektor budaya, museum, atau lembaga pelestarian.
LSP Keris Indonesia berencana memperluas jaringan kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi untuk menyisipkan kurikulum perkerisan dalam program studi.
Inisiatif tersebut diharapkan menghasilkan generasi baru yang terlatih secara profesional dalam pembuatan, konservasi, dan penelitian keris.
Fadli Zon menutup acara dengan harapan LSP Keris Indonesia dapat menjadi motor penggerak revitalisasi budaya keris sebagai warisan dunia.
Ia menegaskan bahwa standar yang kuat akan menarik minat generasi muda untuk menekuni profesi perkerisan dengan semangat kebanggaan nasional.
Pencapaian ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kebudayaan melalui regulasi dan dukungan institusional.
Para peserta acara menyambut baik peluncuran LSP Keris Indonesia, menganggapnya sebagai langkah konkret untuk mengangkat nilai budaya keris.
Beberapa pengrajin menyatakan kesiapan mereka untuk mengikuti proses sertifikasi demi meningkatkan kredibilitas karya mereka.
Keberadaan LSP Keris Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat standar, tetapi juga menjadi sarana promosi internasional bagi keris Indonesia.
Dengan standar yang diakui secara nasional, produk keris dapat lebih mudah menembus pasar ekspor dan pameran budaya global.
Seluruh pihak menantikan implementasi program pelatihan dan evaluasi kompetensi yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan.
Langkah selanjutnya adalah penyusunan modul pembelajaran berbasis kompetensi yang akan diujikan secara daring maupun luring.
Pengembangan modul tersebut melibatkan pakar sejarah, seniman, serta praktisi hukum untuk memastikan materi komprehensif.
LSP Keris Indonesia juga berencana menyelenggarakan konferensi tahunan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi dalam bidang perkerisan.
Acara tersebut diharapkan menjadi platform kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan.
Dengan landasan yang kuat, LSP Keris Indonesia diyakini mampu menstandardisasi profesi perkerisan dan meningkatkan daya saing budaya Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan