Media Kampung – Pondok Pesantren Modern Yatim dan Dhuafa Madania di Bantul, Yogyakarta, berhasil mencapai kemandirian finansial melalui budidaya melon premium di greenhouse yang didukung riset Universitas Gadjah Mada (UGM). Sejak 2022, kolaborasi dengan akademisi Fakultas Pertanian UGM telah mengoptimalkan produksi melon dengan hasil panen mencapai 90 persen setiap dua setengah bulan sekali.

Greenhouse seluas 20 x 25 meter yang diperoleh sebagai hibah pada 2021 awalnya digunakan untuk menanam sayuran dan melon. Namun, keterbatasan pengetahuan teknis dalam pengelolaan pertanian modern membuat hasil panen kurang maksimal dan biaya operasional membengkak. Kondisi berubah setelah pendampingan intensif oleh Agus Budi Setiawan, pakar hortikultura sekaligus pemulia tanaman dari UGM, yang membantu pengelola pondok dan para santri menguasai teknik budidaya, pemuliaan benih, dan pengelolaan greenhouse secara mandiri.

Agus, yang memiliki latar belakang Program Studi Agronomi di UGM, memulai pendampingan dengan transfer ilmu dan praktik langsung di greenhouse. Proses ini meliputi penyusunan formula pupuk, pengelolaan budidaya, serta pengembangan varietas melon unggulan yang sesuai dengan kondisi setempat. Berkat upaya tersebut, pondok kini mampu menghasilkan benih sendiri dan mengurangi ketergantungan pada pembelian benih dari luar, sehingga menekan biaya produksi secara signifikan.

Tim operasional Greenhouse Madania, termasuk para santri, kini mampu menjalankan kegiatan pertanian secara mandiri. Aktivitas rutin yang sebelumnya harus diawasi langsung oleh Agus kini dapat dikendalikan melalui koordinasi jarak jauh. Wildan, anggota tim operasional, menyampaikan bahwa keberhasilan ini membuat hasil panen melon meningkat drastis, mencapai 90 persen dari tanaman yang dibudidayakan, dibandingkan sebelumnya yang hanya 30-50 persen.

KH. Suyanta, pengelola pondok, menyatakan bahwa perubahan paling mencolok terlihat dari segi efisiensi ekonomi. Pondok tidak lagi bergantung pada donatur dan lembaga sosial untuk memenuhi kebutuhan operasional. Pengetahuan teknis yang dikuasai oleh tim operasional, seperti meramu pupuk dan breeding benih, memperkuat kemandirian pondok dalam mengelola pertanian modern.

Setiap panen menghasilkan sekitar 1.300 buah melon yang langsung diserap pasar. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa riset dan pendampingan yang konsisten dapat memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat di lingkungan pesantren. Greenhouse Madania kini berfungsi tidak hanya sebagai tempat budidaya, tetapi juga sebagai laboratorium pemuliaan tanaman yang membantu mempercepat siklus panen melon hingga empat kali dalam setahun, meningkat dari dua kali sebelumnya.

Inovasi tersebut diharapkan menjadi contoh bagi pesantren dan komunitas lain dalam memanfaatkan potensi pertanian modern untuk meningkatkan kesejahteraan. Pendampingan yang berkelanjutan dari UGM terus dilakukan untuk memastikan regenerasi pengetahuan dan kemampuan operasional tetap terjaga di kalangan santri, sehingga kemandirian finansial pesantren dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.