Media Kampung – Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDNG), Fasli Jalal, menekankan pentingnya memperluas budaya merantau masyarakat Minang hingga tingkat global. Ia mengajak perantau Minang agar tidak hanya berfokus pada merantau di dalam negeri, tetapi juga aktif mencari peluang kerja di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dunia.
Fasli, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas YARSI, menyampaikan hal tersebut saat forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global bertajuk ‘Mufakat Ranah dan Rantau: Membangun Nagari-Menuatkan Jati Diri’ di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026. Menurutnya, istilah merantau harus diperluas, sehingga perantau Minang bisa berkembang secara global dan berkontribusi pada kemajuan daerah asal maupun Indonesia secara keseluruhan.
Lebih lanjut, Fasli menggarisbawahi bahwa perantau Minang perlu menguasai kompetensi global dan kemampuan bahasa asing yang memadai. Namun, kemampuan tersebut harus dibarengi dengan etika, akhlak, dan budi pekerti yang baik agar dapat menjaga jati diri dan nilai-nilai budaya Minangkabau di manapun mereka berada.
Meski tersebar di berbagai negara, perantau Minang tetap menunjukkan kepedulian terhadap budaya dan identitas Indonesia. Fasli menyebutkan bahwa para perantau berusaha melestarikan bahasa, seni budaya, serta filosofi hidup Minangkabau kepada generasi berikutnya, khususnya anak-anak yang lahir di luar tanah Minang.
Organisasi Minang Diaspora juga aktif mendorong solidaritas dan kepedulian sosial antar perantau terhadap daerah asal dan masyarakat yang membutuhkan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan di bidang pendidikan, ekonomi, serta respons kemanusiaan saat terjadi bencana di tanah Minang.
“Setiap ada peristiwa yang memerlukan perhatian, organisasi Minang Diaspora selalu menyalurkan simpati dan bantuan kepada yang membutuhkan,” ujar Fasli. Ia berharap para perantau Minang dapat terus menjadi kekuatan positif bagi Indonesia di kancah global, dengan tetap mempertahankan dan menunjukkan kontribusi terhadap jati diri serta asal-usul mereka.
Fasli sendiri berasal dari Tanah Datar, dan ia menekankan pentingnya menjaga ikatan emosional dengan kampung halaman sekaligus memperluas pengaruh budaya merantau ke tingkat dunia. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia Minang dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan