Media Kampung – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan pentingnya peran aksi lokal dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia sebagai fondasi utama keberlanjutan lingkungan dan perekonomian nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, saat memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 di Universitas Islam Internasional Indonesia pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur menekankan bahwa keanekaragaman hayati merupakan aset vital yang tidak hanya menjadi kekayaan alam, tetapi juga penopang kehidupan manusia dan lingkungan secara berkelanjutan. Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi keanekaragaman hayati, seperti alih fungsi lahan, pencemaran, eksploitasi sumber daya yang berlebihan, serta dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Acara peringatan mengusung tema “Acting Locally for Global Impact,” menandai pentingnya upaya konservasi lingkungan yang dilakukan secara lokal namun berdampak pada skala global. Dalam kegiatan ini, beragam aktivitas seperti penanaman pohon dan workshop bertema Indonesia Nature Positive digelar sebagai bentuk konkret dukungan terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.

KLH juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang berkontribusi aktif dalam menjaga kawasan konservasi nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya perlindungan lingkungan serta mendorong partisipasi komunitas lokal dan masyarakat adat yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Indonesia.

Jumhur Hidayat menyampaikan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong penguatan kawasan lindung dan rehabilitasi lahan kritis sebagai langkah strategis untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang ada.

Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia, Jamhari Makruf, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada institusinya sebagai tempat penyelenggaraan peringatan tersebut. Jamhari menyatakan bahwa UIII sejak awal berkomitmen menjadi kampus hijau dan menjadi contoh lembaga pendidikan yang peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Ragam ekosistem yang meliputi hutan tropis, gambut, mangrove, hingga terumbu karang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati ini sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen Indonesia menjelang Conference of the Parties Convention on Biological Diversity (COP-17 CBD).

Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan kesiapan Indonesia untuk memperkuat praktik konservasi melalui implementasi Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045. Aksi lokal yang konsisten diyakini mampu memberikan dampak signifikan bagi upaya global menghadapi perubahan iklim dan menjaga kelestarian alam.

Dengan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dan komunitas lokal, KLH berharap perlindungan keanekaragaman hayati dapat berjalan efektif dan berkelanjutan demi masa depan lingkungan dan ekonomi Indonesia yang lebih baik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.