Media Kampung – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya penguatan museum hingga ke tingkat desa sebagai bagian dari kebijakan kebudayaan nasional menuju 2026. Hal ini disampaikan dalam rangka memperkuat ekosistem permuseuman di Indonesia yang dinilai masih belum optimal.
Kementerian Kebudayaan mencatat terdapat 516 museum di seluruh Indonesia hingga April 2026, dengan 72,3 persen di antaranya sudah terdaftar secara nasional. Meski demikian, jumlah ini masih dianggap kecil jika dibandingkan dengan potensi budaya yang dimiliki Indonesia.
Fadli Zon menjelaskan, selain mendorong registrasi museum, pemerintah juga fokus pada standarisasi, peningkatan kapasitas konservasi, tata kelola koleksi, dan digitalisasi. Dari total museum yang ada, 45,3 persen telah memenuhi standar tipe A, B, atau C. Pemerintah ingin memperluas jumlah museum baik yang dikelola pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota, hingga desa.
“Jumlah 516 museum itu masih kecil, kita ingin Indonesia memiliki ribuan museum yang tersebar hingga desa-desa,” ujar Menbud Fadli Zon usai orasi kebudayaan di Museum Nasional Indonesia dalam peringatan Hari Museum Internasional, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026.
Lebih jauh, pemerintah tengah melakukan reinventarisasi dan registrasi ulang koleksi museum, termasuk di Museum Nasional Indonesia yang memiliki sekitar 194 ribu koleksi. Langkah ini ditujukan untuk memudahkan penelitian asal-usul koleksi dan pemanfaatan yang lebih inovatif ke depan.
Fadli Zon juga menegaskan peran penting museum swasta, korporasi, perguruan tinggi, dan komunitas dalam memperkuat permuseuman nasional. Namun, pengembangan museum tidak hanya soal kuantitas, melainkan juga kualitas dan dampaknya terhadap masyarakat.
Data survei Museum dan Cagar Budaya pada 2025 menunjukkan lebih dari 70 persen pengunjung museum berusia di bawah 35 tahun, dengan kelompok usia 18 sampai 24 tahun menjadi yang terbesar mencapai 37 persen. Menbud menekankan pentingnya membangun peran aktif generasi muda dalam dunia permuseuman.
Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin mencatat peningkatan pengunjung di Museum Nasional Indonesia pada 2025, dengan jumlah mencapai 770 ribu orang. Untuk menjaga dan meningkatkan jumlah pengunjung, Museum Nasional akan menghadirkan pameran baru, seperti Numismatik dan Pendar, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-428 museum tersebut.
Indira berharap target pengunjung tahun ini yang dipatok sebanyak 800 ribu dapat tercapai tanpa menaikkan harga tiket. Upaya ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan pelayanan dan daya tarik museum nasional.
Penguatan museum hingga ke desa-desa merupakan langkah strategis pemerintah dalam melestarikan dan memperkaya khazanah budaya bangsa. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan museum dapat berkembang menjadi sumber pengetahuan serta ruang interaksi budaya yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan