Media Kampung – Pengembang Subnautica 2 menegaskan bahwa game ini tidak dirancang untuk pengalaman berbasis kekerasan atau membunuh, merespons kritik dari beberapa pemain yang menginginkan fitur pertarungan lebih intens. Artyom O’Rielly, desainer level dari Subnautica 2, menyampaikan langsung kepada komunitas bahwa jika pemain mencari gameplay yang berfokus pada aksi membunuh, mereka sebaiknya mencoba game lain seperti Sons of the Forest.
Pernyataan tersebut muncul dalam diskusi di Discord ketika seorang pemain menyampaikan kekecewaannya karena tidak bisa membunuh makhluk di dalam game. O’Rielly dengan tegas menjawab, “Kami bukan game untuk membunuh. Main Sons of the Forest atau sesuatu jika kamu ingin membunuh.” Pernyataan ini memicu reaksi beragam dari para penggemar, termasuk diskusi panas di forum Reddit yang menunjukkan ketegangan antara pengembang dan komunitas pemain.
Salah satu kritik utama yang muncul adalah ketidakmampuan pemain untuk melindungi basis mereka dari serangan ikan agresif, yang menurut beberapa pemain cukup menjengkelkan karena tidak ada mekanisme pertahanan yang memadai. Menanggapi hal ini, O’Rielly memastikan bahwa masalah tersebut akan diperbaiki dalam pembaruan mendatang sehingga pengalaman bermain bisa lebih seimbang tanpa menghilangkan karakter unik dari permainan.
Subnautica 2 memang menonjolkan konsep bertahan hidup yang lebih mengutamakan harmoni dengan alam daripada dominasi melalui kekerasan. Pendekatan ini memberikan nuansa berbeda dalam genre survival crafting yang biasanya dipenuhi dengan bentrokan dan pertempuran. O’Rielly juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain yang menikmati dunia yang mereka ciptakan dan berjanji untuk terus menghadirkan pembaruan hingga versi final 1.0.
Kondisi ini memperlihatkan dinamika yang sering terjadi antara pengembang dan komunitas game, di mana ekspektasi pemain bisa berbeda dengan visi kreator. Namun, dengan komunikasi terbuka, pengembang berusaha menjembatani kebutuhan pemain tanpa mengorbankan identitas game yang mereka bangun.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan