Media Kampung – Take‑Two Interactive, pemilik Rockstar Games, baru saja mengungkap bahwa pengembangan Grand Theft Auto VI telah mengeluarkan biaya sekitar $1,5 miliar, menambah tekanan tinggi pada peluncuran yang diharapkan pada 19 November 2026. CEO Take‑Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa anggaran tersebut sangat berat, menandakan betapa besar ambisi perusahaan terhadap game ini.

Menurut Business Insider, nilai tersebut didapat dari estimasi analis industri yang dibahas dalam sesi chat dengan Zelnick. Pada pertemuan tersebut, Zelnick menyatakan, “It was expensive,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut, namun angka tersebut menempatkan GTA VI sebagai salah satu judul paling mahal dalam sejarah industri game.

Perbandingan dengan judul lain menunjukkan betapa tinggi anggaran ini. Call of Duty: Black Ops Cold War, misalnya, memiliki budget sekitar $700 juta. Sedangkan klaim sebelumnya oleh YouTuber Saukko505 menyebutkan biaya $2 miliar, berdasarkan dokumen publik yang tersedia di situs pemerintah Inggris. Angka $1,5 miliar tetap menempatkan GTA VI di antara tiga besar.

Rockstar Games, yang berbasis di New York, mengembangkan GTA VI di dalam kota fiktif Leonida, terinspirasi oleh Florida. Game ini akan dirilis di PS5 dan Xbox Series X/S, dengan fitur dunia terbuka yang meniru Everglades, Miami, dan Keys. Penulis skrip dan pengembang menyiapkan berbagai aktivitas sampingan yang mendalam, sehingga biaya produksi meningkat.

Zelnick mengungkap bahwa tekanan peluncuran “terrifying” karena ekspektasi fans dan investor yang tinggi. Ia menambahkan bahwa perusahaan harus memastikan bahwa semua elemen, mulai dari grafis hingga cerita, memenuhi standar yang diharapkan. Hal ini menambah beban psikologis bagi tim pengembang.

Meskipun GTA VI akan dirilis di konsol, perusahaan telah memutuskan tidak merilis versi PC. Zelnick menjelaskan bahwa fokus pada konsol akan memaksimalkan kualitas teknis dan pengalaman pengguna. Keputusan ini juga mengurangi kompleksitas pengembangan multi-platform.

Bank of America, melalui analis pasar, menyarankan harga jual sekitar $80 untuk GTA VI, menilai bahwa harga tersebut akan menguntungkan industri secara keseluruhan. Rockstar sendiri mengulang bahwa tujuan mereka adalah “menyetor nilai yang lebih besar daripada biaya” dan menjaga harga tetap terjangkau.

Investasi besar ini menandakan risiko yang signifikan bagi Take‑Two. Jika peluncuran gagal mencapai target penjualan, dampak finansial dapat memengaruhi keuangan perusahaan secara keseluruhan, mengingat modal yang sudah diinvestasikan.

Sejak awal pengembangan diumumkan pada akhir 2019, Rockstar telah melakukan iterasi desain dan pengujian berkala. Meskipun belum ada demo resmi, rilis yang dijadwalkan pada akhir 2026 memberikan waktu lebih dari tiga tahun untuk menyempurnakan gameplay dan keamanan server.

Pada saat ini, Rockstar tidak mengumumkan update tambahan selain konfirmasi bahwa pengembangan masih berlangsung. Informasi tambahan akan muncul seiring mendekatnya tanggal peluncuran, termasuk potensi ekspansi konten pasca rilis.

Dengan investasi $1,5 miliar dan tekanan peluncuran yang tinggi, GTA VI menandai era baru bagi Rockstar, menantang standar industri dan ekspektasi konsumen di tahun 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.