Media Kampung – Teknologi Advanced Shader Delivery (ASD) kini hadir mendukung kartu grafis AMD RDNA 3, 3.5, dan 4, termasuk seri Radeon RX 7000, 8000, dan 9000, yang memungkinkan pengurangan waktu loading dan menghilangkan shader stutter saat peluncuran pertama game tertentu. Fitur ini hadir melalui pembaruan driver Adrenalin terbaru dan tersedia untuk pengguna Windows yang menggunakan perangkat AMD serta tergabung dalam program Xbox Insider.

ASD pertama kali diperkenalkan pada 2025 untuk perangkat handheld ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X, dengan tujuan menghilangkan proses kompilasi dan caching shader yang biasanya terjadi saat pertama kali menjalankan game. Dengan teknologi ini, shader telah dikompilasi sebelumnya dan didistribusikan bersamaan dengan pengunduhan game melalui aplikasi Xbox, sehingga pemain dapat langsung merasakan performa lebih mulus sejak awal tanpa harus menunggu proses tersebut selesai di komputer mereka.

Salah satu contoh nyata manfaat ASD terlihat pada game Forza Horizon 6. Kerja sama erat antara tim pengembang game dan Microsoft berhasil menurunkan waktu loading pertama kali dari sekitar 90 detik menjadi hanya 4 detik saat dijalankan pada perangkat dengan GPU AMD Radeon RX 7600 dan CPU AMD Ryzen 7 5800. Menurut blog pengembang DirectX, pengurangan waktu loading ini mencapai 95%, yang tentunya menghadirkan pengalaman bermain lebih cepat dan nyaman.

Namun, teknologi ini belum tersedia untuk semua game. Selain Forza Horizon 6, beberapa judul lain yang mendukung ASD antara lain Call of Duty: Black Ops 6, Clair Obscur: Expedition 33, Silent Hill f, dan Ninja Gaiden 4. Pemain yang menjalankan game yang kompatibel akan melihat pesan kecil ‘Precompiled shaders installed’ saat peluncuran, meskipun pesan ini muncul sangat singkat sehingga mudah terlewatkan.

ASD saat ini masih dalam tahap public preview khusus untuk anggota Xbox Insider dan hanya bisa dinikmati jika game diunduh lewat aplikasi Xbox di PC Windows. Belum ada informasi resmi mengenai rencana memperluas dukungan teknologi ini ke platform distribusi game lain seperti Steam, Epic Games Store, atau GOG. Selain itu, pengembangan untuk mendukung perangkat lain di luar AMD dan Team Red juga masih belum jelas.

Microsoft mendorong para pengembang game untuk memanfaatkan SDK terbaru yang mereka rilis agar dapat mengintegrasikan fitur ASD ke dalam produk mereka. Rencana ke depan juga meliputi pembuatan hardware vendor kit independen agar teknologi ini dapat diadopsi lebih luas lagi. Meski demikian, saat ini fokus utama masih pada ekosistem Microsoft dan hardware AMD tertentu.

Pembaruan ini menjadi kabar baik bagi pengguna PC berbasis AMD yang mencari solusi untuk menghilangkan masalah lama pada waktu loading dan stuttering akibat shader, meskipun dengan keterbatasan cakupan game dan platform distribusi saat ini. Dengan semakin berkembangnya teknologi ini, diharapkan pengalaman bermain game di PC bisa semakin optimal tanpa harus terganggu oleh hambatan teknis yang mengganggu kenyamanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.