Media Kampung – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan bahwa museum harus menjadi ruang pemulihan kedaulatan budaya bangsa. Menurutnya, museum memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali makna warisan budaya yang telah kembali ke Indonesia melalui proses repatriasi.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mendorong agenda repatriasi warisan budaya secara serius dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu contoh nyata adalah pemulangan 28.131 fosil dan catatan koleksi dari Belanda pada tahun 2025.
Fadli Zon menyebutkan bahwa repatriasi tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah pengembalian warisan budaya Indonesia. Saat ini, koleksi tersebut dapat disaksikan masyarakat melalui pameran sejarah awal di Museum Nasional Indonesia.
Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar, menjelaskan proses pemulangan fosil manusia Jawa dari Belanda ke Indonesia. Nantinya, proses pemulangan fosil tersebut akan melibatkan Tim CCC (Colonial Collections Committee) dari Belanda.
Ismunandar menyebutkan bahwa pemulangan fosil tersebut diawali dengan permintaan maaf yang dilakukan oleh bangsa kolonial kepada Indonesia. Ia menceritakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh bangsa kolonial kepada Indonesia adalah tindakan yang tidak adil.
Permintaan maaf itu berakhir menjadi surat rekomendasi pemulangan fosil Indonesia dari Belanda. Belanda dalam hal ini tidak berhak mengambil dan memiliki fosil Indonesia.
Saat ini, proses pemulangan fosil tersebut masih berlangsung. Sisanya akan dilakukan secara bertahap yang akan diperkirakan sampai pada bulan Juni 2026.
Museum Nasional Indonesia menjadi salah satu tempat yang menyimpan koleksi sejarah dan budaya Indonesia. Dengan adanya repatriasi warisan budaya, diharapkan museum dapat menjadi ruang edukasi dan penguatan identitas nasional bagi generasi muda.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan