Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengonfirmasi bahwa seluruh fase keberangkatan Haji Indonesia telah selesai dengan tertib, menandai keberhasilan ribuan jemaah tiba di Tanah Suci pada hari ke-33 operasional haji.

Juru bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan pada Sabtu, 23 Mei 2026, “Alhamdulillah fase keberangkatan haji Indonesia dari Tanah Air telah dilaksanakan. Seluruh haji reguler tiba di Arab Saudi dengan selesai fase keberangkatan di Tanah Air.”

Selain jemaah reguler, 16.596 jemaah haji khusus juga telah menginjakkan kaki di Arab Saudi, menunjukkan komitmen pemerintah dalam melayani beragam kategori jamaah.

Setelah semua jamaah tiba, Kemenhaj beralih memusatkan perhatian pada persiapan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina—yang secara kolektif disebut Armuzna—sebagai tahap paling krusial dalam rangkaian haji.

Maria menekankan bahwa puncak haji akan menampung jutaan umat Islam sekaligus menimbulkan kepadatan tinggi, sehingga kesiapan infrastruktur menjadi faktor penentu kelancaran.

Pemerintah terus mematangkan persiapan meliputi penyediaan tenda berstandar, konsumsi yang higienis, layanan kesehatan darurat, serta sistem perlindungan dan penempatan petugas di setiap zona.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, Kemenhaj mengimbau jamaah untuk memperbanyak istirahat, menjaga asupan makanan dan minuman, serta mematuhi arahan petugas lapangan selama fase Armuzna.

Maria menambahkan, “Menjelang Armuzna, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk mulai menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, menjaga asupan makan dan minum. Serta mengikuti arahan petugas,” menegaskan pentingnya disiplin pribadi.

Jamaah juga diingatkan untuk membawa barang secukupnya, termasuk dokumen identitas, obat pribadi, perlengkapan ibadah, masker, botol minum, alas kaki nyaman, dan perlengkapan kebersihan pribadi.

Kemenhaj mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini, berharap semua jamaah dapat kembali selamat dan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Dengan semua kloter sudah berada di Arab Saudi, fokus selanjutnya adalah memastikan kelancaran pelaksanaan ritual di lokasi suci, serta mengantisipasi tantangan logistik yang muncul pada hari-hari terakhir.

Pihak kementerian menegaskan bahwa pemantauan real‑time akan terus dilakukan hingga seluruh jamaah menyelesaikan ibadah, sehingga setiap langkah dapat direspons cepat bila diperlukan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.