Media Kampung – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan ngangsu kaweruh seni karawitan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai upaya memperdalam wawasan kebudayaan dan filosofi karawitan Jawa. Sebanyak 26 pengrawit dari tim karawitan PWRI Lumajang mengikuti pelatihan yang bertujuan memahami nilai-nilai luhur dalam tradisi seni tersebut.
Rombongan PWRI Lumajang disambut langsung oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Mas Riyo Susilo Madyo, di Pendopo Pangurakan. Dalam kesempatan itu, Mas Riyo menegaskan bahwa karawitan bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan mengandung pendidikan nilai kehidupan. Filosofi karawitan yang berasal dari kata “rawit” yang berarti rumit, menggambarkan kompleksitas hidup yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keharmonisan.
Ketua PWRI Lumajang, Endang Istijowati, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan belajar langsung dari sumbernya. Ia menekankan bahwa penguasaan teknik musikal saja tidak cukup tanpa memahami makna dan nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap irama gamelan. Endang berharap setelah mengikuti kegiatan ini, kualitas penampilan tim karawitan PWRI Lumajang dapat meningkat dan membawa makna lebih dalam bagi anggota.
PWRI Lumajang memandang pelestarian budaya sebagai upaya penting menjaga identitas serta filosofi hidup masyarakat agar tidak terkikis oleh arus modernisasi dan budaya digital. Seni karawitan diharapkan tetap menjadi media pendidikan karakter sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan harmoni sosial di tengah perubahan zaman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan