Media Kampung – Pemerintah Indonesia terus memperluas pasar ekspor produk sawit dan turunannya, kali ini dengan menyasar kawasan Eurasia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Selasa (5 Juli 2026). Forum ini diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI).
Forum bisnis bilateral ini menjadi ajang mempertemukan pelaku usaha kedua negara untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan investasi, serta membuka peluang perdagangan yang lebih besar, termasuk bagi komoditas strategis Indonesia seperti minyak sawit.
Nilai Perdagangan Meningkat 30%
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa nilai perdagangan Indonesia dan Belarus sepanjang 2025 mencapai sekitar US$221,3 juta, meningkat sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini menjadi modal penting bagi kedua negara untuk terus memperluas kerja sama perdagangan dan investasi.
Indonesia berkomitmen meningkatkan ekspor berbagai produk unggulan ke Belarus, mulai dari elektronik, hasil perikanan, karet, kakao, hingga produk turunan minyak sawit yang dinilai memiliki prospek pasar yang semakin luas.
Dukungan I-EAEU FTA dan Kunjungan Kenegaraan
Momentum penguatan hubungan ekonomi juga diperkuat dengan rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, ke Indonesia pada 1-2 Juli 2026. Kunjungan tersebut diharapkan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang mampu mempercepat implementasi kerja sama ekonomi kedua negara.
Deputi Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich, menyampaikan bahwa Presiden Lukashenko telah menandatangani undang-undang ratifikasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Menurut Karankevich, implementasi perjanjian perdagangan bebas tersebut akan menjadi fondasi penting dalam memperluas kerja sama ekonomi kedua negara, sekaligus meningkatkan arus perdagangan dan investasi. Ia juga mendukung pembentukan Indonesia-Belarus Business Council sebagai wadah komunikasi yang lebih intensif antara pelaku usaha kedua negara.
Peluang Pasar EAEU
Pemerintah Indonesia memandang implementasi I-EAEU FTA akan membuka akses yang lebih besar bagi produk nasional, termasuk minyak sawit dan turunannya, ke pasar Eurasian Economic Union (EAEU) yang memiliki sekitar 180 juta penduduk dengan nilai produk domestik bruto (PDB) mencapai US$2,56 triliun.
Selain memperluas akses pasar ekspor, pemerintah berkomitmen menindaklanjuti hasil Sidang Komisi Bersama ke-8 Indonesia-Belarus di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.
Apresiasi dari Pelaku Usaha
Coordinating Vice Chairman for International Affairs KADIN Indonesia, James T. Riady, menilai kemitraan bisnis jangka panjang menjadi kunci dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Kolaborasi dunia usaha, menurutnya, akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Chairman of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI), Mikhail Miatlikov, mengapresiasi penyelenggaraan forum bisnis tersebut. Ia menilai struktur ekonomi Indonesia dan Belarus bersifat saling melengkapi sehingga memiliki ruang kerja sama yang luas, baik di sektor industri, perdagangan, maupun pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan