Media Kampung – PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi pada 10 Juni 2026, dengan Pertamina Dex menjadi produk BBM dengan harga tertinggi di jaringan SPBU Pertamina. Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamina Dex kini mencapai Rp24.800 per liter, menjadikannya BBM diesel berkualitas tinggi yang paling mahal dibandingkan produk lainnya.

Kenaikan harga ini merupakan respons Pertamina terhadap perkembangan harga minyak dunia dan perhitungan harga pasar keekonomian. Penyesuaian serupa juga dilakukan oleh badan usaha lain seperti BP-AKR dan Vivo Indonesia pada periode yang sama.

Berikut adalah harga BBM Pertamina yang berlaku di DKI Jakarta per 10 Juni 2026:

Jenis BBMHarga per Liter (Rp)
Solar (CN 48)6.800
Pertalite (RON 90)10.000
Pertamax (RON 92)16.250
Pertamax Green (RON 95)17.000
Pertamax Turbo (RON 98)20.750
Dexlite (CN 51)23.000
Pertamina Dex (CN 53)24.800

Harga Pertamina Dex yang mencapai Rp24.800 per liter ini menempatkan produk tersebut di posisi teratas untuk BBM Pertamina, melewati harga Pertamax Turbo dan Dexlite. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite tidak mengalami perubahan dan masih dipatok di angka Rp6.800 dan Rp10.000 per liter masing-masing.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini berdampak pada kelangkaan pasokan BBM subsidi di beberapa daerah. Sopir transportasi seperti travel jurusan Solo-Ponorogo mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar dan Pertalite di SPBU, meskipun harga kedua BBM subsidi tersebut masih stabil. Kelangkaan ini menyebabkan antrean panjang dan kesulitan operasional bagi para pengemudi.

Sementara itu, harga BBM di operator lain juga mengalami perubahan pada Juni 2026, antara lain:

OperatorJenis BBMHarga per Liter (Rp)
ShellShell V-Power Diesel24.490
BP-AKRBP 92 (RON 92)16.670
BP-AKRBP Ultimate (RON 95)17.240
BP-AKRBP Ultimate Diesel26.060
VivoRevvo 9517.240
VivoDiesel Primus25.060

Hingga 22 Juni 2026, harga BBM di sebagian besar SPBU tidak mengalami perubahan setelah penyesuaian awal pada 10 Juni. Namun, kelangkaan terutama pada BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap menjadi perhatian di beberapa wilayah.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamina Dex diperkirakan akan terus mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar. Konsumen dan pelaku usaha diharapkan untuk selalu memantau perubahan harga agar dapat mengelola biaya operasional dengan optimal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.