Media Kampung – Di tengah maraknya produk sepatu bermerek global, sebuah usaha sepatu lokal asal Pasuruan bernama Three Stars justru mampu bertahan dan berkembang selama hampir 30 tahun. Kisah sukses ini bermula dari keterpurukan sang pendiri, Tri Mulyo, yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kebakaran pabrik pada 1996.

Tri Mulyo memulai usahanya dari modal nekat dan pengalaman membuat sol sepatu. Setelah pabrik tempatnya bekerja terbakar, ia membeli sol-sol reject dari perusahaan tersebut dan menjualnya secara barter ke pabrik lain di Mojokerto. Meski awalnya mendapatkan sepatu cacat, pengalaman itu justru mendorongnya untuk memproduksi sepatu sendiri. Dengan pinjaman bank sebesar Rp10 juta dan bantuan tukang jahit, ia merintis Three Stars di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Produk dan Harga yang Terjangkau

Three Stars memproduksi berbagai jenis alas kaki, mulai dari sepatu kantor, sekolah, safety shoes, sepatu olahraga, PDH, marching band, hingga sepatu fashion. Rentang harga cukup bervariasi: safety shoes Rp120.000–Rp150.000 per pasang, sepatu kantor Rp80.000–Rp120.000, sepatu olahraga Rp80.000–Rp150.000, sepatu sekolah Rp60.000–Rp150.000, sepatu PDH Rp120.000–Rp200.000, dan sepatu fashion Rp75.000–Rp500.000 tergantung model dan bahan. Dengan harga yang kompetitif, produk ini mampu menjangkau berbagai kalangan usia.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Usaha rumahan ini tidak hanya menopang kehidupan Tri Mulyo, tetapi juga memberdayakan warga sekitar. Dalam sehari, Three Stars memproduksi 30–40 pasang sepatu dengan melibatkan pekerja lokal. Komitmen terhadap kesejahteraan karyawan sangat kuat; bahkan saat pandemi Covid-19 dan saat pesanan menurun, Tri tidak meliburkan pekerjanya. Langkah ini membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekitar.

Tri Mulyo juga dikenal tidak membatasi jumlah pemesanan minimal. Ia siap melayani konsumen yang hanya membutuhkan satu pasang sepatu, sebuah pelayanan yang jarang ditemukan pada produsen skala besar.

Kunci Keberhasilan

Kualitas produk yang terjaga, harga yang bersaing, dan konsistensi dalam memberdayakan masyarakat menjadi kunci utama Three Stars bertahan hampir tiga dekade. Kisah Tri Mulyo membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir segalanya; dari korban PHK, ia mampu membangun usaha yang kini menjadi favorit masyarakat Pasuruan dan sekitarnya.

Hingga kini, Three Stars terus berproduksi dan berkomitmen menjaga kualitas serta pelayanan. Usaha ini menjadi contoh nyata bahwa industri kecil dan menengah dapat bersaing di tengah persaingan pasar yang ketat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.