Media Kampung – GAC Indonesia mengumumkan kerja sama strategis dengan Grab dan PT Juntu Technology Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Tanah Air. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penjualan mobil listrik, tetapi juga membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan kendaraan, platform transportasi digital, hingga infrastruktur pengisian daya.
Integrasi EV ke Layanan Ride-hailing
Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah mengintegrasikan kendaraan listrik GAC, khususnya merek Aion, ke dalam layanan ride-hailing Grab. Langkah ini dinilai strategis karena sektor transportasi digital memiliki intensitas operasional tinggi, sehingga adopsi EV dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan emisi dan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memperkuat penetrasi mobil Aion di Indonesia. “Juntu ini dari ICAP, basic-nya adalah online taxi, major business-nya dia di sini dan dia mau bawa ke sini menggunakan Aion dan collab dengan menggunakan platform dari Grab. Tentunya kita sambut dengan baik untuk memperbanyak penetrasi mobil Aion di Indonesia,” ujarnya.
Peran Juntu Technology dalam Ekosistem
PT Juntu Technology Indonesia merupakan bagian dari Juntu Technology, perusahaan global yang bergerak di sektor investasi dan pengembangan rantai industri kendaraan energi baru. Perusahaan ini mendapat dukungan dari ICAP (Infinite Capital Holding Company) serta sejumlah mitra industri lainnya. Kehadiran Juntu menunjukkan meningkatnya minat investor global terhadap pasar kendaraan listrik Indonesia.
Dalam kerja sama ini, Juntu Technology akan membangun armada kendaraan listrik sendiri yang beroperasi menggunakan platform Grab. Target awal yang disebutkan adalah penambahan 3.000 unit kendaraan listrik dalam waktu dekat. “Harapannya penetrasinya jauh lebih bagus, karena targetnya segera mungkin harus ada 3.000 unit tambahan,” tutup Andry.
Dukungan Infrastruktur Charging dari Starvo
Ekosistem kendaraan listrik tidak lengkap tanpa infrastruktur pengisian daya yang memadai. Untuk itu, kerja sama ini juga melibatkan Starvo, operator jaringan charging kendaraan listrik di Indonesia. Starvo akan menjadi penyedia charger yang mendukung operasional armada listrik GAC dan Grab. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting, terutama untuk penggunaan intensif pada layanan transportasi berbasis aplikasi.
Potensi Indonesia sebagai Pasar EV Utama
Kerja sama GAC, Grab, dan Juntu Technology ini juga merupakan bagian dari pengembangan strategi regional di Asia Tenggara yang berfokus pada mobilitas berkelanjutan berbasis kendaraan listrik. Kedua perusahaan menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar utama kendaraan listrik, terutama dengan meningkatnya adopsi EV di sektor transportasi publik dan digital.
Dengan kolaborasi ini, GAC Indonesia berharap dapat memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik nasional sekaligus mendorong ekosistem EV yang lebih matang, mulai dari kendaraan, platform operasional, hingga infrastruktur pendukung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan