Media Kampung – PLN Batam resmi menyalurkan listrik sebesar 511 MVA kepada proyek data center global PT Digitalland Service One (DayOne) di Kawasan Industri Kabil, Batam, pada Selasa, 28 April 2026.

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) ini menjadi yang terbesar untuk pusat data di Indonesia, menandai langkah strategis dalam pengembangan infrastruktur digital nasional.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan kesiapan infrastruktur sebagai faktor kunci menarik investasi digital global, serta menambah nilai kompetitif Batam di tingkat regional.

“BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi,” ujarnya.

CEO DayOne, Jamie Khoo, menyatakan bahwa ekspansi ke Batam merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun platform infrastruktur digital terdepan di Asia.

“Ekspansi ini menjadi tonggak penting dalam strategi kami membangun jaringan pusat data lintas negara di wilayah SIJORI,” tambahnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan pentingnya pasokan listrik andal dan terjangkau sebagai fondasi pertumbuhan industri, serta menciptakan efek multiplier bagi ekonomi nasional.

“Listrik merupakan penggerak utama ekonomi. Dengan infrastruktur kelistrikan yang kuat, kita dapat menciptakan iklim kondusif bagi investasi dan membuka lapangan kerja,” jelasnya.

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, memastikan sistem kelistrikan PLN Batam siap melayani kebutuhan skala besar seperti DayOne, didukung oleh kecukupan pasokan dan keandalan jaringan.

“Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat bagi semua pihak serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Selain pasokan listrik, PLN Batam juga mengumumkan kesiapan 11 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari konsep Smart City.

Lokasi SPKLU meliputi kantor korporat PLN Batam, Grand Batam Mall, Harbour Bay, Mega Mall Batam Centre, dan beberapa titik strategis lainnya, memudahkan akses masyarakat.

Pengembangan SPKLU diharapkan mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Batam.

Dengan dukungan energi yang kuat dan infrastruktur pendukung, Batam diproyeksikan menjadi hub digital dan pusat logistik energi bersih di wilayah Asia Tenggara.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa proyek DayOne telah mulai beroperasi dengan pasokan listrik penuh, sementara proses pembangunan SPKLU masih berjalan dan dijadwalkan selesai pada akhir 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.