Media Kampung – Sebelum SpaceX melakukan penawaran umum perdana (IPO) pekan lalu, sejumlah investor asing, termasuk pihak yang terkait dengan kontraktor militer China, diam-diam telah mengakuisisi saham perusahaan roket milik Elon Musk tersebut. Fakta ini terungkap dari daftar investor swasta yang diperoleh ProPublica, memberikan gambaran baru tentang kerentanan perusahaan yang bergantung pada kontrak sensitif pemerintah AS.
Daftar tersebut menunjukkan bahwa seorang pengusaha yang memiliki hubungan dengan kontraktor militer China termasuk di antara investor luar negeri yang membeli saham SpaceX saat masih menjadi perusahaan privat. Selain itu, sebuah entitas yang terkait dengan keluarga kerajaan Qatar juga tercatat memiliki saham. Temuan ini menyoroti isu sensitif bagi SpaceX, yang membangun bisnisnya di atas pekerjaan pemerintah AS yang sensitif, seperti pembuatan satelit mata-mata untuk Pentagon.
Meskipun tidak ada larangan langsung bagi investasi China di kontraktor militer AS, investasi semacam itu diatur secara ketat. Pemerintah AS menuduh China memiliki strategi menggunakan investasi di industri sensitif untuk tujuan spionase dan akses teknologi canggih. Kekhawatiran ini tercermin dalam keputusan SpaceX yang melarang investor dari China dan Hong Kong membeli saham dalam IPO pekan lalu karena risiko regulasi dan kepatuhan, seperti yang dilaporkan Bloomberg.
IPO SpaceX sendiri berlangsung pada pekan lalu dan menarik perhatian global. Namun, pengungkapan daftar investor swasta ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa ketat pengawasan terhadap pemegang saham asing di perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek pertahanan AS. SpaceX belum memberikan komentar resmi terkait temuan ProPublica tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan