Media Kampung – Pergerakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives pada pekan depan diperkirakan masih berada dalam rentang terbatas. Para analis memberikan proyeksi berbeda, dengan kisaran harga antara RM4.200 hingga RM4.550 per ton.
Senior pedagang minyak sawit dari Interband Group of Companies, Jim Teh, memproyeksikan harga CPO akan diperdagangkan pada kisaran RM4.200 hingga RM4.300 per ton. Proyeksi ini muncul di tengah posisi stok minyak sawit Malaysia yang masih kuat berdasarkan laporan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) untuk April lalu. Menurut Teh, level harga tersebut berpotensi menarik minat beli dari sejumlah negara konsumen utama, seperti India, Tiongkok, Pakistan, Timur Tengah, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Sementara itu, pedagang independen berbasis di Kuala Lumpur dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, memberikan pandangan lebih optimistis. Ia menilai kontrak berjangka CPO berpeluang bergerak dengan kecenderungan menguat seiring kekhawatiran pasar terhadap prospek produksi yang lebih rendah. Ng memperkirakan harga akan berada di kisaran RM4.400 hingga RM4.550 per ton pada pekan depan.
Secara mingguan, harga kontrak CPO masih mencatat pelemahan. Berdasarkan perbandingan perdagangan Jumat ke Jumat, kontrak Juni 2026 turun RM105 menjadi RM4.387 per ton. Kontrak Juli 2026 melemah RM91 menjadi RM4.435 per ton. Kontrak Agustus 2026 terkoreksi RM73 menjadi RM4.511 per ton, sedangkan kontrak September 2026 turun RM79 menjadi RM4.475 per ton. Kontrak Oktober 2026 juga mengalami penurunan sebesar RM72 menjadi RM4.544 per ton, diikuti kontrak November 2026 yang melemah RM76 dan ditutup pada posisi RM4.571 per ton.
Di tengah pelemahan harga, aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan signifikan. Volume transaksi mingguan melonjak menjadi 418.814 lot, dibandingkan 298.261 lot pada pekan sebelumnya. Sebaliknya, open interest atau posisi terbuka mengalami penurunan menjadi 283.513 kontrak, dari sebelumnya 293.957 kontrak. Kondisi ini mengindikasikan adanya aksi likuidasi oleh sebagian pelaku pasar setelah periode volatilitas harga.
Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Juni South tercatat turun RM50 menjadi RM4.470 per ton. Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan produksi di Malaysia, tren permintaan dari negara-negara importir utama, serta dinamika harga minyak nabati pesaing dalam menentukan arah pergerakan CPO pada pekan mendatang. Kombinasi antara stok yang relatif kuat dan potensi penurunan produksi diperkirakan akan menjadi faktor utama yang membentuk sentimen pasar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan