Media Kampung – Kenaikan harga BBM nonsubsidi atau Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (1/6) mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah penghematan energi sejak satu bulan terakhir tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah program bersepeda setiap hari Jumat untuk mengurangi konsumsi BBM kendaraan dinas. Respati menegaskan bahwa efisiensi ini tidak akan mengganggu pelayanan publik di Kota Solo.

“Kami mengedepankan fasilitas pelayanan publik, kami memastikan tidak ada pelayanan masyarakat yang terganggu,” kata Respati, Kamis (1/6).

Seluruh perangkat daerah diminta tetap menjalankan tugas secara optimal, terutama pada sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Pemkot Solo mendorong jajaran organisasi perangkat daerah untuk lebih bijak dalam penggunaan kendaraan dinas, bahan bakar, listrik, dan energi pendukung lainnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran hemat energi dalam aktivitas sehari-hari. Kebijakan efisiensi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi bersama agar aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan masyarakat tetap berjalan lancar,” paparnya.

Respati menambahkan bahwa Pemkot Solo akan terus memantau dampak ekonomi akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi, terutama terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Solo.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.