Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat peningkatan jumlah pelanggan Kereta Panoramic sebesar 62,32 persen selama lima bulan terakhir. Data yang dirilis pada Rabu, 10 Juni 2026 menunjukkan bahwa pengguna layanan premium ini mencapai 79.933 orang, naik dari sebelumnya 49.244 orang. Lonjakan ini sejalan dengan pertumbuhan perjalanan wisata domestik yang mencapai 18,95 persen.
Kementerian Pariwisata mencatat pergerakan pelancong nusantara sempat menembus rekor 1,09 miliar perjalanan. Laporan global dari Mastercard Economics Institute berjudul Travel Trends 2025 Purpose-Driven Journeys yang dipublikasikan pada 12 Mei 2025 menyebutkan bahwa pelancong kini lebih mengutamakan kualitas perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa perjalanan kini menjadi bagian dari pengalaman wisata. Pelanggan ingin menikmati setiap momen, termasuk panorama yang dilalui kereta api. Kereta Panoramic hadir untuk memberikan pengalaman tersebut.
Kereta Panoramic saat ini dirangkai pada sejumlah layanan kereta api reguler seperti Argo Wilis, Turangga relasi Bandung–Surabaya Gubeng, Pangandaran, Papandayan, dan Parahyangan. Sebagian besar rute melintasi jalur selatan Pulau Jawa dengan kondisi geografis beragam, menawarkan pemandangan persawahan, pegunungan, sungai, dan pedesaan.
Kereta wisata ini merupakan modifikasi dari kelas eksekutif yang dikelola oleh KAI Wisata. Fasilitas utama meliputi kaca berukuran besar dan automatic sunroof di bagian atas. Setiap gerbong hanya menyediakan 38 tempat duduk. Pelanggan mendapatkan sajian makan, minuman, hiburan film, dan akses WiFi. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menambahkan bahwa jalur kereta api di Indonesia melewati banyak kawasan dengan panorama menarik. Melalui Kereta Panoramic, pelanggan dapat menikmati bentang alam dari sudut pandang yang lebih luas dan nyaman sepanjang perjalanan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan