Media Kampung – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa sekitar 35 persen peserta Program Pemagangan Nasional batch pertama berhasil mendapatkan tawaran pekerjaan langsung dari perusahaan tempat mereka magang. Data tersebut diperoleh dari evaluasi sampel sekitar 14 ribu peserta yang telah menyelesaikan program magang.
Selain tingkat penyerapan kerja yang cukup tinggi, pemerintah juga mencatat kepuasan peserta dan perusahaan terhadap pelaksanaan program ini. Hal ini menjadi indikator keberhasilan dalam menciptakan sinergi antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri secara langsung.
Program Pemagangan Nasional sendiri menargetkan peningkatan jumlah peserta pada tahun 2026 hingga mencapai 150 ribu orang, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu peserta. Menteri Yassierli menyatakan bahwa target tersebut telah mendapat arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Pelaksanaan batch pertama di tahun 2026 direncanakan dimulai pada bulan Juli dengan target sekitar 50 ribu peserta. “Untuk batch pertama angkatan kedua 2026 dengan target 50.000 orang dulu InsyaAllah. Semoga ini menjadi satu kabar baik buat para fresh graduate lulusan satu tahun terakhir,” ungkap Yassierli.
Proses seleksi peserta magang dilakukan secara ketat melalui koordinasi dengan perusahaan yang membuka lowongan magang. Setelah diverifikasi, lowongan tersebut akan dibuka untuk para peserta yang dapat memilih sesuai minat dan mengikuti seleksi administratif maupun daring sesuai kebijakan perusahaan masing-masing.
Program pemagangan ini diprioritaskan untuk lulusan baru atau fresh graduate yang lulus dalam satu tahun terakhir. Pemerintah berencana menjalankan beberapa batch pelaksanaan hingga target 150 ribu peserta tercapai, sebagai upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja muda di sektor industri.
Keberhasilan program ini tidak hanya memberikan peluang kerja, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja peserta sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja. Evaluasi dan koordinasi berkelanjutan antara Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak perusahaan menjadi kunci untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal.
Dengan angka 35 persen peserta magang yang mendapat tawaran kerja, program ini menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi tantangan pengangguran di kalangan lulusan baru. Pemerintah optimistis dengan peningkatan jumlah peserta pada batch berikutnya, peluang kerja yang terbuka akan semakin luas.
Secara keseluruhan, Program Pemagangan Nasional menjadi wahana penting untuk menjembatani kebutuhan industri akan tenaga kerja terampil sekaligus mendukung penyerapan lulusan baru ke dunia kerja secara nyata dan terukur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan