Media Kampung – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengajak mitra strategisnya untuk memperkuat Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan membangun sistem pembiayaan mikro yang murah dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, dalam rapat bersama 16 koperasi mitra dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Krisdianto menekankan pentingnya kolaborasi antara koperasi besar dan koperasi desa/kecamatan melalui konsep kakak asuh. Ia berharap para mitra dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan unit simpan pinjam dan layanan lembaga keuangan mikro di lingkungan desa dan kelurahan.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk bersama mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya penguatan unit simpan pinjam dan layanan lembaga keuangan mikro. Kami berharap yang hadir dapat memberikan kontribusi nyata,” ujar Krisdianto.

Forum ini juga bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai kebijakan dan pelaksanaan KDKMP sehingga dapat memperluas akses pembiayaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Krisdianto menambahkan bahwa diskusi tersebut diharapkan melahirkan skema paling tepat guna mendukung keberhasilan program ini.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, menegaskan bahwa KDKMP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghadirkan pembiayaan dengan biaya rendah bagi masyarakat desa. Program ini sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat di tingkat desa dan kelurahan.

Ahmad menambahkan bahwa koperasi besar yang sudah berpengalaman dan menjadi mitra LPDB diharapkan dapat memberikan dukungan nyata melalui pilot project layanan unit simpan pinjam atau pembiayaan super mikro. Target utamanya adalah mengurangi ketergantungan masyarakat desa terhadap rentenir dan tengkulak.

Skema kakak asuh dalam KDKMP dianggap sebagai implementasi prinsip koperasi yang menekankan kerja sama antar koperasi. Ahmad mengingatkan agar prinsip kehati-hatian tetap dijalankan dalam proses pembiayaan, dan pemerintah tidak akan mengintervensi proses profiling risiko yang dilakukan oleh koperasi.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus berjalan secara bertahap setelah peluncuran operasional 1.061 KDKMP oleh Presiden. Pemerintah menargetkan peluncuran lanjutan hingga mencapai 30 ribu KDKMP pada Agustus mendatang.

Pemerintah juga memastikan koperasi yang telah beroperasi dapat berjalan secara permanen dan memberikan layanan kebutuhan dasar masyarakat desa, mulai dari gerai sembako, layanan kesehatan, logistik, hingga pembiayaan mikro.

LPDB Koperasi optimistis sinergi antara pemerintah, LPDB, dan koperasi besar nasional dapat mempercepat terbentuknya ekosistem pembiayaan koperasi yang kuat dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan mampu mendukung pemerataan ekonomi nasional yang berbasis koperasi dan berpihak pada masyarakat desa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.