Media Kampung – Edward Cuming, desainer asal Sydney yang berbasis di Madrid, kini menjadi nama yang mulai diperhitungkan di industri mode. Meskipun label pribadinya resmi diluncurkan pada 2019, koleksi-koleksi terbarunya berhasil menarik perhatian para editor dan buyer, menjadikannya sosok IYKYK di kalangan mode. Baru-baru ini, aktris Ayo Edebiri tampil mengenakan gaun rajut tanpa lengan bermotif grafis dari koleksi Spring 2026 milik Edward Cuming, yang ditata oleh stylist Danielle Goldberg.
Perjalanan Karier
Edward Cuming lahir di Sydney, Australia, dan pindah ke Madrid saat menempuh pendidikan sarjana bersama pasangannya. Pekerjaan besar pertamanya di industri mode adalah sebagai bagian dari tim desain busana pria di Zara. Keinginan untuk mengeksplorasi kreativitas lebih jauh membawanya mendaftar ke program magister menswear di Central Saint Martins, tempat ia memperkenalkan koleksi kelulusan pada 2019. Setelah presentasi bersama British Fashion Council, Opening Ceremony langsung memesan beberapa rancangannya.
Pengalaman bekerja di Zara memberikan gambaran jelas tentang apa yang ingin dan tidak ingin ia lakukan. Setelah bertahun-tahun menjalani pekerjaan lepas dan mengajar, ia memutuskan fokus mengembangkan label sendiri. “Kami ingin label ini benar-benar memancarkan karakter sekaligus menawarkan cara berpakaian yang terasa penuh semangat,” ujarnya.
Ciri Khas dan Koleksi
Karya Edward menghadirkan perpaduan motif grafis khas Dries Van Noten dan nuansa downtown cool ala Maryam Nassir Zadeh. Teknik khasnya termasuk “scratch the itch”, yaitu bordir berlapis yang disayat lalu dicuci hingga memperlihatkan lapisan kontras membentuk pola pusaran. Ada pula kemeja “lung-window” dengan motif polkadot grafis yang berubah warna.
Untuk koleksi Spring 2027, Edward terinspirasi dari perjalanan ke Brasil, tepatnya dari Glass House rancangan arsitek Lina Bo Bardi di São Paulo. Palet warna yang biasanya berani ia lembutkan dengan ungu pucat dan nuansa metalik yang lebih redup. Namun, eksplorasi tekstur tetap menjadi kekuatan utama, seperti rok asimetris dengan rumbai lembut hitam putih dan lapisan emas berpatina di atas kemeja lamé.
Menurut Edward, pendekatan musim ini adalah menciptakan sesuatu yang mungkin tidak terlihat terlalu rumit, meskipun proses pembuatannya sangat kompleks. Ia mengakui tidak pernah benar-benar bisa meninggalkan kecenderungan bereksperimen. “Saya memang seperti burung magpie yang selalu tertarik pada hal-hal berkilau.”
Pencapaian Terkini
Koleksi Edward Cuming kini tersedia di SSENSE serta butik independen seperti The Broken Arm di Paris, H. Lorenzo dan DPTO di Los Angeles, serta Essx di New York. Pada 2025, ia masuk dalam jajaran finalis LVMH Prize, sebuah ajang bergengsi bagi desainer muda. Meskipun belum memilih strategi pertunjukan runway besar atau kampanye media sosial masif, namanya terus bersinar di kalangan industri.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan