Media Kampung – Warga Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami pemadaman listrik total sejak menjelang Maghrib pada Senin, 22 Juni 2026. Kondisi ini menimbulkan keluhan karena aktivitas sehari-hari terganggu, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga pekerjaan yang bergantung pada listrik dan internet. Salah satu warga, Feni (27), mengaku terkejut dengan durasi pemadaman yang cukup lama dan tidak adanya pemberitahuan resmi sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, beredar informasi hoaks mengenai pemadaman listrik total selama tiga hari non-stop di wilayah Jawa dan Bali. Informasi ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait dampak pada petani, peternak, dan sektor produksi yang bergantung pada listrik.
Menanggapi kabar tersebut, PT PLN (Persero) secara tegas menyatakan bahwa informasi pemadaman listrik total selama tiga hari di Jawa dan Bali adalah tidak benar. PLN meminta masyarakat untuk selalu mengacu pada kanal resmi media sosial dan website PLN untuk mendapatkan informasi yang valid dan terpercaya.
Selain itu, PLN menginformasikan adanya gangguan teknis pada dua pembangkit besar milik mitra pada Jumat, 19 Juni 2026, yang menyebabkan gangguan sistem kelistrikan dan pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Namun, satu pembangkit besar telah berhasil dipulihkan dan mulai memasok listrik ke sistem kelistrikan Jawa, sehingga pemadaman bergilir dapat diminimalisasi sejak Minggu, 21 Juni 2026.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa perusahaan terus melakukan upaya all out selama 24 jam tujuh hari seminggu untuk memperbaiki sistem kelistrikan, termasuk tata kelola rantai pasok energi primer dan penguatan infrastruktur pembangkit baik milik PLN maupun mitra.
PLN juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam menangani masalah pemadaman bergilir serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.
Dengan perbaikan yang telah dilakukan, diharapkan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan wilayah lain dapat kembali stabil, dan masyarakat dapat beraktivitas normal tanpa gangguan listrik yang berkepanjangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




Tinggalkan Balasan