Media Kampung – Seorang wartawan senior menyoroti pentingnya naluri jurnalistik bagi pemimpin Badan Gizi Nasional (BGN) di tengah besarnya tanggung jawab lembaga tersebut. Dalam sebuah artikel yang dikirimkan kepada rekannya, ia menuliskan kalimat kunci: “Tetaplah menjadi wartawan yang kebetulan memimpin Badan Gizi Nasional.” Kalimat itu ditujukan kepada Nanik Sudaryati Deyang, Kepala BGN yang baru.
Pesan tersebut muncul dari pengalaman panjang sang penulis sebagai wartawan selama hampir 20 tahun. Ia menekankan bahwa wartawan hidup dari pertanyaan, bukan jawaban. Naluri untuk selalu curiga secara sehat, tidak langsung percaya pada laporan yang tampak sempurna, adalah bekal berharga bagi seorang pemimpin.
BGN memiliki program, anggaran, dan jaringan yang sangat besar. Dalam organisasi sebesar itu, informasi yang sampai ke pimpinan kerap berlapis-lapis. Semakin tinggi posisi, semakin besar risiko hanya mendengar kabar baik, sementara masalah bersembunyi di tempat yang jarang terlihat.
Penulis artikel, yang merupakan senior dan atasan di tempat kerja sang wartawan, mengingatkan bahwa jabatan boleh berganti, tetapi naluri wartawan jangan sampai hilang. Naluri untuk bertanya, memeriksa, dan meragukan adalah kunci mencegah persoalan besar yang lahir dari terlalu cepat percaya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan