Media Kampung – PT PLN (Persero) memberikan penjelasan resmi terkait pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Sumatra Utara pada Jumat, 22 Mei 2026. Gangguan tersebut berasal dari kerusakan pada jaringan transmisi listrik dengan tegangan 275 kilo Volt yang menghubungkan beberapa daerah di Sumatra.

Gangguan tersebut memicu trip dua sirkuit yang merupakan bagian dari input ke jalur 500 kV di sisi timur, sehingga jalur 500 kV ikut terganggu. Edwin menyebut kondisi cuaca yang saat itu hujan disertai angin kencang menjadi faktor penyebab gangguan ini.

Ketika aliran listrik yang biasanya mengalir dari selatan ke utara melalui jalur timur terputus, arus listrik beralih arah menuju jalur barat menuju Linggau-Lahat. Perubahan arah aliran listrik ini menimbulkan fenomena power swing atau osilasi yang menyebabkan fluktuasi tegangan dan frekuensi sangat tinggi.

Untuk mencegah gangguan yang meluas akibat osilasi tersebut, jalur barat 275 kV diisolasi secara otomatis. Namun, satu sirkuit pada jalur dari Muara Bungo menuju Sungai Rumbai juga mengalami trip, sehingga sistem kelistrikan di Sumatra terpisah menjadi dua bagian, yaitu selatan dan utara.

Bagian selatan mengalami kelebihan pembangkit dengan frekuensi tinggi, sementara bagian utara kekurangan pembangkit sehingga frekuensi listrik menjadi rendah. Kondisi frekuensi rendah ini menyebabkan beberapa pembangkit di utara ikut trip secara bertahap, memicu efek domino yang akhirnya menyebabkan padam total di wilayah Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Edwin menambahkan bahwa sistem pertahanan otomatis di sisi selatan bekerja dengan baik sehingga kondisi di sana kembali normal lebih cepat. Namun, di sisi utara pemadaman berlangsung lebih luas karena turunnya frekuensi yang berkelanjutan hingga seluruh pembangkit mati.

Penjelasan PLN ini disampaikan secara resmi pada Senin, 25 Mei 2026, di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia sebagai bentuk transparansi atas gangguan kelistrikan yang memengaruhi puluhan juta masyarakat di Sumatra bagian utara dan sekitarnya.

PLN terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem transmisi listrik untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, sekaligus meningkatkan keandalan pasokan energi di seluruh wilayah Sumatra.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.