Media Kampung – TVRI mencatat lonjakan permohonan lisensi untuk nonton bareng (nobar) Piala Dunia dari berbagai daerah di Indonesia. Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah pengajuan yang diterima sudah mencapai sekitar 300 pihak.
Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dalam menyambut Piala Dunia sangat tinggi meskipun tim nasional Indonesia tidak lolos ke ajang tersebut. Euforia menonton pertandingan secara bersama-sama menjadi alasan utama banyaknya permintaan lisensi nobar.
Usman juga menambahkan bahwa Presiden Republik Indonesia menginginkan tayangan Piala Dunia dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Oleh karena itu, TVRI sebagai pemegang hak siar resmi dari FIFA berupaya memperluas jangkauan siaran hingga ke lebih dari 70 persen wilayah Indonesia.
Untuk mengatasi keterbatasan jaringan di beberapa daerah, TVRI bekerja sama dengan layanan over-the-top (OTT) dan televisi berbayar lokal. Selain itu, sosialisasi dan edukasi mengenai cara mengakses siaran Piala Dunia juga aktif dilakukan melalui media sosial dan kegiatan langsung.
Perihal lisensi nobar, TVRI membagi menjadi dua kategori utama. Pertama, lisensi nonkomersial yang diperuntukkan bagi komunitas, UMKM, dan warga tingkat RT dan RW yang tidak diperbolehkan menarik tiket masuk atau menaikkan harga. Kedua, lisensi komersial yang ditujukan pada hotel, kafe besar, dan penyelenggara acara bersponsor.
Selain TVRI, Radio Republik Indonesia (RRI) turut mendukung dengan menyiarkan pertandingan dalam format audio untuk memperluas akses masyarakat terhadap Piala Dunia. Usman juga mengimbau agar penyelenggara nobar selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat demi menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Dengan terus bertambahnya pengajuan lisensi nobar, TVRI berkomitmen memastikan pengalaman menonton Piala Dunia dapat dinikmati secara luas dan aman di seluruh Indonesia, sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan